Dukung JKN, Distributor Farmasi & Alat Kesehatan Dapat Percepatan Restitusi

Ditjen Pajak Kemenkeu menetapkan distributor farmasi dan alat kesehatan mendapat percepatan restitusi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  03:34 WIB
Dukung JKN, Distributor Farmasi & Alat Kesehatan Dapat Percepatan Restitusi
Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta likuiditas Wajib Pajak yang melakukan transaksi dengan Pemungut Pajak Pertambahan Nilai melalui pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak, pemerintah melakukan perubahan ketentuan mengenai Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah yang dapat diberikan pengembalian pendahuluan atas kelebihan pembayaran pajak.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 117/PMK.03/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2018 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak.

Peraturan Menteri Keuangan yang mulai berlaku pada 19 Agustus 2019 ini memasukkan pedagang besar farmasi dan distributor alat kesehatan dalam daftar Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah yang berarti kepada mereka diberikan Pengembalian Pendahuluan (restitusi dipercepat) atas kelebihan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai pada setiap Masa Pajak.

Pedagang besar farmasi dan distributor alat kesehatan sering bertransaksi dengan rumah sakit negeri (sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai) yang merupakan mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dengan restitusi Pajak Pertambahan Nilai yang dipercepat, maka diharapkan pedagang besar farmasi dan distributor alat kesehatan akan terbantu likuiditasnya dan pada akhirnya skema ini mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, jkn

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top