Emirates Klaim Kinerja Penerbangan di Indonesia Moncer

Emirates mengklaim kinerja penerbangan sepanjang Semester I/2019 untuk rute Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  17:35 WIB
Emirates Klaim Kinerja Penerbangan di Indonesia Moncer
Ilustrasi: Pesawat Emirates Airlines di Bandara Internasional Dubai (10/5/2016). - Reuters/Ashraf Mohammad

Bisnis.com, JAKARTA - Emirates mengklaim kinerja penerbangan sepanjang Semester I/2019 untuk rute Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Country Manager Emirates Indonesia Rashid Al Ardha mengaku saat ini mengoperasikan sebanyak 14 penerbangan mingguan antara Jakarta dan Dubai dan tujuh penerbangan mingguan antara Bali dan Dubai dengan penerbangan tambahan antara Dubai dan Auckland melalui Bali.

Penerbangan Jakarta-Dubai dan Bali-Dubai dilayani secara langsung dengan menggunakan pesawat tipe Boeing 777.

"Kinerja penerbangan kami untuk pasar Indonesia tumbuh signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Load factor juga cukup tinggi, penumpang akan kesulitan mendapatkan tiket untuk penerbangan hari ini hingga September," kata Rashid, Kamis (22/8/2019).

Dia mengaku tidak bisa memerinci lebih lanjut mengenai angka pertumbuhan kinerja secara spesifik karena bersifat rahasia. Namun, prospek rute yang saat ini beroperasi dinilai masih prospektif.

Pihaknya menjelaskan ketika layanan penerbangan langsung antara Jakarta dan Dubai diluncurkan sejak 2008, hingga saat ini telah menerbangkan 5,5 juta wisatawan.

Adapun, sebanyak 1,5 juta penumpang melakukan perjalanan melalui rute Bali-Dubai hanya dalam empat tahun sejak rute tersebut diluncurkan.

Rashid mengaku belum memiliki rencana khusus untuk melakukan ekspansi rute lain di Indonesia. Namun, evaluasi dan pemetaan peluang pasar tetap akan dilakukan secara berkelanjutan.

Maskapai yang menggunakan pesawat berlorong ganda (twin aisle) tersebut, seperti Boeing 777 atau Airbus 380, tentu harus memikirkan pasar utama maupun pasar pengumpan yang dapat diandalkan untuk mengisi kapasitas tempat duduk secara konsisten.

"Selama 10 tahun terakhir, sebanyak 6,8 juta wisatawan telah merasakan layanan berkelas baik dari Jakarta maupun dari Denpasar dan pusat kami di Dubai," ujarnya.

Fokus utama Emirates adalah mengembangkan semua rute di beberapa negara secara merata tanpa ada yang diistimewakan. Menurutnya, destinasi yang menjadi tren wisawatan selalu berubah dan setiap warga negara memiliki tren wisata masing-masing.

Emirates saat ini terbang ke 158 tujuan di 85 negara dan wilayah dengan 257 pesawat penumpang dan 12 pesawat barang. Pada 2 Juli, Emirates meluncurkan rute kedua ke Porto, setelah ibukota Portugal di Lisbon, sehingga jumlah tujuan ke Eropa menjadi 43 rute. 

Porto dinilai merupakan kota terbesar kedua di Portugal setelah Lisbon dan salah satu daerah perkotaan utama di Semenanjung Iberia. Selain itu, Emirates juga meluncurkan layanan harian kedua ke London Stansted pada 1 Juli.

Penerbangan tambahan menyediakan pelanggan Emirates dengan 11 opsi penerbangan harian menuju dan dari tiga bandara London. Emirates akan meluncurkan layanan harian baru dari Dubai ke Mexico City melalui kota Spanyol Barcelona mulai 9 Desember 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emirates, maskapai penerbangan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top