Universal Robots Incar Sektor Otomotif di Indonesia

Universal Robots menyebut sektor otomotif dan elektronik menjadi dua pengguna terbesar robot kolaboratif.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:26 WIB
Universal Robots Incar Sektor Otomotif di Indonesia
ilustrasi penggunaan robot dalam proses manufaktur - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — Universal Robots menyebut sektor otomotif dan elektronik menjadi dua pengguna terbesar robot kolaboratif. Perusahaan berbasis di Denmark ini saat ini memiliki lima distributor di tiga kota yakni Surabaya, Jakarta dan Cikarang.

Sakari Kuikka, General Manager South East Asia & Oceania Universal Robots mengatakan, pengguna terbesar kolaboratif robot di Indonesia berasal dari sektor otomotif dan elektronik. Pada sektor otomotif pengguna terbesar berasal dari pelaku usaha komponen khususnya tier 2 dan tier 3.

“Karena ada pembatasan, robot kami hanya bisa mengangkut beban 10 kg sehingga lebih cocok untuk industri pendukung otomotif seperti komponen tier 2 dan 3,” ujarnya di sela-sela diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Adapun, Universal Robots merupakan produsen robot kolaboratif terkemuka di dunia. Robot kolaboratif merupakan robot yang bekerja sama dengan manusia untuk meningkatkan produktivitas.

Robot jenis ini sedikit berbeda dengan robot industri di mana membutuhkan ruang yang besar dan menuntut penggunaan tetap. Selain itu dari sisi ukuran, robot industri umumnya jauh lebih besar.

Kuikka menjelaskan, terdapat tiga keuntungan menggunakan robot kolaboratif yakni peningkatan kualitas produk, efisiensi dari sisi penggunaan bahan baku karena tidak ada yang terbuang dan produktivitas yang meningkat.

“Salah satu klien kami membeli 2 robot kami untuk produksi, tidak ada pengurangan tenaga kerja, tetapi produktivitas meningkat 30%. Raw material juga makin hemat, tidak ada yang terbuang,” katanya.

Kuikka menjelaskan, robot kolaboratif memiliki batas tertentu untuk bobot yang bisa diangkut sehingga aman untuk bekerja sama dengan manusia. Hingga sejuah ini, katanya, belum ada regulasi yang mengatur bobot yang bisa diangkut robot kolaboratif.

Dia mengatakan, Universal Robots belum berencana keluar dari bisnis kolaboratif robot dan masuk ke robot industri. Saat ini, robot kolaboratif Universal Robots hanya bisa mengangkut maksimal 10 kg sebagai batas aman untuk manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
robot

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top