BI: Capital Inflow Tercatat Rp179,6 Triliun

Bank Indonesia mencatat bahwa aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke Indonesia sampai 8 Agustus 2019 sebesar Rp179,6 triliun.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  11:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mencatat bahwa aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke Indonesia sampai 8 Agustus 2019 sebesar Rp179,6 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan aliran modal asing sebesar Rp179,6 triliun itu dengan rincian Rp113,7 triliun dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp65,9 triliun dari pasar saham.

"Ini inflow dari investasi portofolio ke SBN ini," jelas Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (9/8/2019).

Dia menjelaskan dari pencatatan aliran modal asing ini maka Bank Indonesia masih menyatakan optimis pada stabilitas ekonomi. Meskipun sebenarnya angka ini lebih rendah dibandingkan dengan periode Juli 2019 yang mencapai Rp 192,5 triliun. 

Perry menilai ada sejumlah faktor yang mempengaruhi keluar masuknya aliran modal asing. Salah satunya dari kondisi pasar global yang tengah menghadapi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. 

Misalnya saja ketika baru-baru ini AS menaikkan tarif 10% untuk Rp300 miliar produk China. Lantas dibalas oleh China melalui depresiasi yuan.

Asal tahu saja skor Credit Sefault Swap (CDS) Indonesia kata Perry juga menempati angka dalam 5 tahun ini 90,8. Dia mengakui pencapaian ini masih naik 4 basis poin dari sebelumnya 87,2.

CDS adalah indikator mengetahui risiko berinvestasi di SBN. Jika skor CDS semakin besar, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Namun jika skor semakin kecil, maka risiko investasi semakin rendah.

"Tapi CDS ini setidaknya lebih baik dari negara-negara yang satu peer dengan Indonesia," pungkas Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
capital inflow

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top