Pacu Daya Saing Industri, Kemenperin Dorong Litbangyasa

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kegiatan penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbangyasa) yang dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  15:29 WIB
Pacu Daya Saing Industri, Kemenperin Dorong Litbangyasa
ilustrasi. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kegiatan penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbangyasa) yang dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin dalam keterangan resmi Ngakan Timur Antara mengatakan pemerintah terus mendorong terciptanya inovasi agar industri nasional dapat terus maju dan berdaya saing global. Langkah strategis ini sesuai program prioritas yang ada di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Semakin meningkatnya peranan inovasi litbang diharapkan membantu mewujudkan misi Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030, yang ditandai dengan meningkatnya kontribusi net ekspor sektor industri sebesar 10% terhadap PDB dan peningkatan produktivitas hingga dua kali lipat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/8/2019).

Ngakan mengatakan perlu adanya implementasi teknologi industri 4.0 untuk memacu inovasi seperti artificial intelegence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D printing, augmented reality, dan virtual reality.

Menurutnya, salah satu aspirasi yang ingin dicapai adalah meningkatnya kegiatan litbang di dalam negeri yang didukung dengan porsi anggaran litbang yang proporsional yakni minimal 2% dari total anggaran nasional.

Dia mengatakan pemanfaatan teknologi adalah momentum industri lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan lima pelaku industri.

Kerja sama tersebut yakni pertama, antara Suzuki Indomobil Motor Suplier Club dan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Besar Pulp dan Kertas (BBPK), Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) dan Balai Besar Tekstil (BBT). Kedua, PT. Quatra Inti Karya dengan BBLM, terkait kerja sama litbang mesin pengolahan garam. Ketiga, kerja sama CV. Geochem Bioindustri Mandiri dengan BBLM mengenai litbang energi baru terbarukan.

Keempat, PT. Bina Bangun Wibawa Mukti dengan BBLM dalam rangka litbangyasa reverse engineering peralatan dan komponen kilang LPG. Kelima, PT. Trigunapratama Abadi dengan BBPK dalam peningkatan SDM serta pengelolaan lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top