Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Catat Pertumbuhan Ekspor Terbaik Sejak Maret

Ekspor China secara tak terduga naik pada bulan Juli di tengah tekanan perdagangan dengan AS menjelang pengenaan tarif tambahan pada barang-barang China oleh AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  12:27 WIB
Suasana di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 September 2018. - REUTERS/Stringer
Suasana di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 September 2018. - REUTERS/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor China secara tak terduga naik pada bulan Juli di tengah tekanan perdagangan dengan AS menjelang pengenaan tarif tambahan pada barang-barang China oleh AS.

Berdasarkan data administrasi bea cukai China, ekspor meningkat 3,3 persen pada Juli dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikan terbesar sejak Maret 2019.

Sementara itu, nilai impor turun 5,6 persen pada periode yang sama. Dengan ini, neraca perdagangan tercatat surplus sebesar US$45,1 miliar.

Capaian ekspor ini jauh melampaui estimasi sejumlah analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1 persen, sebentara impor sebelumnya diperkirakan turun hingga 9 persen.

Dalam denominasi yuan, ekspor China ke AS dalam tujuh bulan pertama tahun ini menurun sebesar 2,1 persen, sementara impor dari AS turun 24 persen. Surplus perdagangan dengan AS meningkat 11,1 persen pada periode yang sama.

Meningkatnya ekspor ini terjadi di saat Presiden Donald Trump pekan lalu bahwa AS akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada ekspor China senilai US$300 miliar mulai 1 September mendatang, setelah kedua belah pihak mengakhiri pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam tiga bulan tanpa kemajuan.

Stabilnya ekspor akan menjadi tanda yang lebih cerah bagi perlambatan ekonomi China setelah tertekan pada paruh pertama 2019, dan tanda-tanda bahwa bank sentral membiarkan yuan melemah lebih dalam juga menambah daya saing eksternal China.

"Angka-angka utama menunjukkan bahwa permintaan global bertahan lebih baik dari yang diperkirakan bulan lalu, membantu mengimbangi hambatan dari tarif AS," kata Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics, seperti dikutip Bloomberg.

"Ekspor masih terlihat akan tetap tenang di kuartal mendatang karena setiap dorongan dari pelemahan yuan akan dibayangi oleh tarif AS dan pelemahan eksternal yang lebih luas," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top