Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aturan Impor Sementara Diperketat

Setelah merevisi ketentuan ekspor kembali barang impor atau reekspor melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 102/2019, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga merevisi aturan mengenai impor sementara.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  10:18 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah merevisi ketentuan ekspor kembali barang impor atau reekspor melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 102/2019, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga merevisi aturan mengenai impor sementara.

Impor sementara yang sebelumnya diatur melalui PMK No. 178/2017 direvisi melalui PMK No. 106/2019.

Serupa dengan revisi reekspor, revisi atas regulasi impor sementara juga memperketat ketentuan yang ada pada aturan sebelumnya.

Jenis barang yang mendapatkan pembebasan bea masuk menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan ketentuan sebelumnya.

Jenis barang yang dihapus dari pembebasan bea antara lain barang untuk keperluan contoh atau model, kendaraan atau sarana pengangkutan yang digunakan sendiri oleh WNA, kendaraan atau sarana pengangkut yang penggunaannya tidak bersifat reguler, dan barang yang diimpor oleh pemerintah.

Jangka waktu dari impor sementara kali ini diperketat. Dalam aturan sebelumnya, impor sementara yang mendapatkan pembebasan bea masuk adalah 3 tahun.

Melalui aturan baru, jangka waktu yang diberikan adalah 1 tahun dengan opsi perpanjangan menjadi maksimal 3 tahun.

Untuk barang impor sementara dengan keperluan pameran atau seminar serta sejenisnya, jangka waktu impor sementara yang diberikan hanya 1 tahun dan tidak dapat diperpanjang.

Untuk barang impor sementara untuk pameran berupa kendaraan roda empat dengan mesin minimal 3000 cc dan kendaraan roda dua dengan mesin minimal 500 cc, jangka waktu impor sementara menjadi lebih singkat yakni hanya 2 bulan.

Lebih lanjut, kedua barang impor sementara tersebut harus disimpan di tempat khusus yang diawasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada saat jeda antarpameran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top