Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penumpang Angkutan Kereta Api Turun, Ada Apa?

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan transportasi nasional Juni 2019 dengan penurunan pada angkutan kereta.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  13:53 WIB
Kereta api melintas di dekat stasiun Jatinegara, Jakarta, Minggu 5 November 2017. - Bisnis/Dedi Gunawan
Kereta api melintas di dekat stasiun Jatinegara, Jakarta, Minggu 5 November 2017. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan transportasi nasional Juni 2019 dengan penurunan pada angkutan kereta.

Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto menyatakan bahwa perkembangan transportasi udara, darat, kereta, dan laut mengalami dinamika kenaikan yang berbeda.

Pada Juni 2019, penerbangan domestik secara (m-t-m) naik 33,55%. Sementara itu, secara (y-o-y) mengalami penurunan 16,99%. Untuk penerbangan internasional Juni 2019, secara (m-t-m) naik 9,14% dan secara (y-o-y) naik 2,90%.

"Kelancaran penumpang karena momen mudik Lebaran itu membuat jumlah penumpang angkutan udara naik 33,55%," jelas Suhariyanto di Kantor BPS, Kamis (1/8/2019).

Sebaliknya pada perkembangan transportasi angkutan kereta api, jumlah penumpang Juni 2019 secara (m-t-m) turun 0,03% meski secara (y-o-y) naik 6,24%.

Untuk kereta barang kata Suhariyanto, pada Juni 2019 (m-t-m) mengalami penurunan 11,80% meski secara (y-o-y) naik 5,56%.

Dia mengindikasikan bahwa angkutan mereta api malah turun 0,03% karena 74% penumpang berasal dari KRL.

"Karena mayoritas penumpang kereta api adalah commuter line dan ini banyak hari libur 10 hari cuti," paparnya.

Sementara itu, untuk penumpang angkutan laut, pada Juni 2019 tercatat mengalami kenaikan (m-t-m) sebesar 12,89% dan secara (y-o-y) naik 13,97%.

Untuk kapal barang, pada Juni 2019 sama dengan angkutan barang kereta api mengalami penurunan (m-t-m) 7,88%. Meski demikian secara (y-o-y) naik 2,68%.

"Ini karena musim angkutan barang padat itu sebelum dan selama Lebaran sekitar H-10 sudah dilakukan," tutur Suhariyanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top