Kerek Produktivitas Manufaktur, Pemerintah Jaga Ketersediaan Bahan Baku

Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan bahan baku dan pasokan energi demi menjaga produktivitas sektor manufaktur.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  17:17 WIB
Kerek Produktivitas Manufaktur, Pemerintah Jaga Ketersediaan Bahan Baku
ilustrasi - Bisnis.com/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan bahan baku dan pasokan energi demi menjaga produktivitas sektor manufaktur.

“Pemerintah terus menggenjot kapasitas produksi industri manufaktur agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, bahkan mampu mengisi permintaan pasar ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Kamis (1/8/2019).

Dia mengatakan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif seperti gas dan listrik, serta kelancaran arus logistik menjadi faktor yang penting untuk memacu daya saing industri.

Adapun, seiring masuknya era industri 4.0, pihaknya aktif mengajak kepada pelaku industri di dalam negeri agar dapat memanfaatkan teknologi terkini sehingga menghasilkan produk yang berkualitas secara efisien.

“Jadi, dengan teknologi industri 4.0, industri akan lebih produktif, inovatif, dan kompetitif baik di skala nasional maupun global,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada triwulan II/2019 naik hingga 3,62 persen (yoy). Peningkatan tersebut, terutama disebabkan naiknya produksi industri pakaian jadi yang mencapai 25,79%.

Sementara itu, IBS yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan, yang menyentuh di angka 9,55%. Berikutnya, beberapa industri yang juga mengalami pertumbuhan produksi tertinggi, yaitu industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, industri makanan, industri kertas dan barang dari kertas, serta industri pengolahan lainnya.

Adapun, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada triwulan II/2019 naik 5,52% (yoy). Kenaikan tersebut, terutama disebabkan naiknya produksi industri komputer, barang elektronika, dan optik sebesar 17,74%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top