Industri Pakaian Jadi Tumbuh Melesat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang didominasi oleh pertumbuhan industri pakaian jadi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  15:21 WIB
Industri Pakaian Jadi Tumbuh Melesat
Calon pembeli memilih pakaian baru di pusat pejualan pakaian jadi di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (19/6). - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang didominasi oleh pertumbuhan industri pakaian jadi.

Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto menyatakan, pada kuartal II/2019, pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang naik 3,62% dibandingkan dengan kuartal II/2018.

Adapun industri pakaian jadi tercatat mengalami kenaikan 25,79% (y-o-y), disusul industri pencetakan dan reproduksi media rekaman naik 22,70% (y-o-y).

"Pakaian jadi alami pertumbuhan karena industri masih bagus kalau kita sandingkan dengan data ekspor terutama untuk ke Amerika masih mengalami peningkatan," papar Suharyanto di Kantor BPS, Kamis (1/8/2019).

Disusul industri minuman naik 22,52% (y-o-y), industri kertas dan barang dari kertas naik 11,24% (y-o-y), dan terakhir adalah industri pengolahan lainnya naik 10,42% (y-o-y).

Sementara itu industri manufaktur yang mengalami penurunan produksi (y-o-y) tertinggi pada kuartal II/2018 misalnya saja industri barang logam, bukan mesin dan peralatan turun 21,46%. Disusul industri karet, barang dari karet, dan plastik sebesar 15,30%.

Selanjutnya yang juga mengalami penurunan adalah industri kayu, barang dari kayu, dan gabus yang tidak termasuk furnitur, dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya turun 14,88%.

Jenis industri penurunan lain adalah industri kulit, barang, dari kulit dan alas kaki turun 14,00%. Terakhir industri barang galian bukan logam juga mencatatkan penurunan 13,60%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top