Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Juli 2019, Produksi Industri Logam Dasar Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada kuartal II/2019 dengan hasil industri logam tumbuh negatif.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  14:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada kuartal II/2019 dengan hasil industri logam tumbuh negatif.

Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto menyatakan, pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil pada kuartal II/2019, ada kenaikan 5,52% dibandingkan dengan kuartal II/2018.

Namun untuk golongan industri manufaktur mikro dan kecil industri logam dasar mencatat pertumbuhan produksi negatif cukup besar yakni 26,09% (y-o-y).

Secara (q-t-q), pertumbuhan produksi industri logam juga negatif 22,37%. Selain industri logam dasar, industri mesin dan perlengkapan juga turun 16,63%.

Di lain pihak ada sejumlah industri mikro dan kecil yang menurut Suharyanto masih mencatatkan pertumbuhan positif.

"Pertumbuhan positif itu terbesar di industri komputer barang elektronik year-on-year 17,74%," jelas Suharyanto di Kantor BPS, Kamis (1/8/2019).

Selain itu, industri percetakan dan reproduksi media rekaman juga naik 17,01%, disusul industri pengolahan lain naik 19,05%, industri pengolahan lain juga naik 10,95%. Disusul industri makanan naik 9,25% dan industri minuman naik 8,66%.

Secara umum jika dilihat dari pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil kuartal II/2019, ada kenaikan 0,24% terhadap kuartal I/2019.

Sementara itu pada kuartal I/2019, industri mikro dan kecil juga naik 4,55% terhadap kuartal IV/2017. Jika dibandingkan dengan kuartal IV/2018 naik 1,24% terhadap kuartal III/2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top