Perbaiki Kinerja Ekspor, Kemendag Incar 6 Negara Ini untuk Misi Dagang

Kementerian Perdagangan bakal melanjutkan program misi dagang ke 6 mitra dagang nontradisional pada semester II/2019.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  15:53 WIB
Perbaiki Kinerja Ekspor, Kemendag Incar 6 Negara Ini untuk Misi Dagang
Terminal Peti Kemas Semarang - Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan bakal melanjutkan program misi dagang ke 6 mitra dagang nontradisional pada semester II/2019.

Setelah melakukan misi dagang di Turki dan Selandia Baru pada bulan ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melanjutkan misi dagangnya di enam negara yakni Nigeria, Gambia, Kazakhstan, Azerbaijan, Korea Selatan, dan Mesir.

Direktur Jenderal PEN Kemendag Arlinda mengaku optimistis misi dagang yang dilaksanakan ke berbagai negara pada semester II/2019 tersebut akan memberikan hasil yang signifikan dalam upaya memperbaiki kinerja ekspor nonmiga pada tahun ini.

Pasalnya, negara-negara yang akan dikunjungi nantinya merupakan pasar yang potensial, di mana peluang produk Indonesa untuk masuk masih terbuka lebar.

Dia pun menyebutkan, daftar negara tujuan misi dagang tersebut masih berpeluang ditambah seiring perkembangan kebutuhan Indonesia untuk mempromosikan produknya. 

“Kami yakin negara di  Afrika dan Eurasia tersebut akan sangat terbuka dengan produk Indonesia. Apalagi, produk ekspor yang dimiliki Indonesia cukup bersaing, baik dari sisi kualitas maupun harga. Kami juga telah melakukan identifikasi produk yang dapat kami tawarkan dalam skema imbal dagang yang dapat dipertimbangkan oleh negara-negara tersebut,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (28/7/2019).

Namun demikian, dia mengaku tidak menetapkan target perolehan transaksi dari misi dagang tersebut. Pasalnya, terdapat sejumlah komoditas Indonesia yang membutuhkan proses transakksi yang tidak dapat diprediksi antara pembeli di negara mitra dengan produsen di Indonesia.

Dia menyebutkan, seringkali calon mitra bisnis dari negara lain meminta untuk berkunjung ke sentra produksi lebih dahulu sebelum memutuskan bekerja sama dengan pelaku usaha Indonesia. Kondisi itu akan membuat proses transaksi dagang menjadi lebih panjang dan lebih lama. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
misi dagang

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top