Sajikan Ulang Laporan Keuangan, Keuntungan Besar Garuda Indonesia Dipuji

Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman memuji kinerja PT Garuda Indonesia Tbk. yang mencetak keuntungan pada kuartal I/2019 sebesar US$19,73 juta.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  22:16 WIB
Sajikan Ulang Laporan Keuangan, Keuntungan Besar Garuda Indonesia Dipuji
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman memuji kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang mencetak keuntungan pada kuartal I/2019 sebesar US$19,73 juta. Keuntungan itu menjadi prestasi menonjol karena periode sebelumnya merugi US$64,27 juta.

“Harus kita hormati restatement laporan keuangan Garuda Indonesia, apalagi mencetak keuntungan sebesar itu. Saya yakin sudah diaudit dan tidak ada rekayasa,” kata Azam kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (26/7/2019).

Pada Jumat ini manajemen Garuda Indonesia mengumumkan restatement (penyajian ulang) laporan keuangan 2018 dan kuartal I/2019 sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung pelaksanaan good corporate governance.

Penyajian ulang laporan itu merespons keputusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Azam menyampaikan Garuda Indonesia terus menunjukkan perbaikan kinerja di bawah kepemimpinan Ari Askhara selaku direktur utama. Menurut Azam, keuntungan kuartal I yang setara Rp280 miliar itu harus melecut kinerja Garuda Indonesia dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Semoga keuntungan ini menambah semangat Garuda Indonesia meningkatkan layanan pada penumpang. saya melihat, prestasi Garuda Indonesia ini melecut maskapai lain untuk turut perbaiki kinerja dan layanannya,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal menyampaikan dalam meyajikan restatement laporan laba rugi periode buku 2018 dan kuartal I/2019, manajemen Garuda Indonesia sudah melakukan korespondensi dengan OJK, BPK, serta melibatkan para ahli dalam bidang akuntansi, auditing, dan legal.

“Hal itu untuk memastikan laporan tersebut sesuai dengan aturan dan penerapan standar akuntansi serta auditing,” ujar Fuad.

Dia mengutarakan dengan penyajian ulang (restatement) laporan keuangan ini, tidak ada rasio-rasio yang dilanggar karena penyajian kembali laporan keuangan ini disebabkan adanya misinterpretation dalam menerapkan standar akuntansi keuangan.

“Setelah kami sajikan kembali, kami tetap memperoleh dan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian,” tuturnya.

Sejalan dengan penyajian ulang laporan keuangan tersebut, Garuda Indonesia terus menunjukkan peningkatan kinerja dengan mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I/2019 dengan membukukan laba bersih US$19,73 juta, meningkat signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang merugi US$64,27 juta.

“Dengan pertumbuhan positif pada kuartal I/2019 tersebut, Garuda Indonesia optimistis tren kinerja maskapai terus tumbuh positif,” kata Fuad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top