Pergerakan Pesawat Bandara Ngurah Rai Akan Ditambah 30 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan langkah optimasi  terhadap Bandara Ngurah Rai Bali dapat menaikkan kapasitas hingga 30 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  16:31 WIB
Pergerakan Pesawat Bandara Ngurah Rai Akan Ditambah 30 Persen
Budi Karya Sumadi - Bisnis/Rinaldi M Azka

Bisnis.com, DENPASAR - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan langkah optimasi  terhadap Bandara Ngurah Rai Bali dapat menaikkan kapasitas hingga 30 persen.

Optimasi yang dilakukan mulai 2020 mendatang adalah menambah kapasitas dari 30 jam pergerakan menjadi 32 pergerakan dalam satu jam.  Dalam sehari memungkinkan ada penambahan hingga 38 pergerakan sehingga per sehari mencapai 608 pergerakan.

"Kami berharap ke depan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat bertambah 30 persen dan diprioritaskan bagi penerbangan internasional,” ujarnya di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (26/7/2019).

Budi  menuturkan bahwa sudah ada 9 maskapai internasional yang ingin menjajal rute ke Bali, diantaranya dari Jepang, Taiwan, Bangladesh, Kamboja, Australia, Singapura, Abu Dhabi, dan Malaysia.

"Jika di rata-rata antara 200-300 orang penumpang per penerbangan, maka paling tidak ada tambahan 2.000 orang setiap hari. Oleh karenanya saya minta kepada Jajaran Kemenhub, Otoritas Bandara, Angkasa Pura 1, juga Pemerintah Daerah, Kadishub secara sinergi melakukan optimalisasi upaya ini," jelasnya.

Jumlah penumpang internasional pun diharapkan dapat meningkat hingga 2,1 juta orang menjadi 9,1 juta orang, naik dari tahun 2018 yang sejumlah 7 juta orang.

Penerbangan internasional akan diberikan prioritas untuk take off/landing pada waktu-waktu yang banyak disukai atau golden time.

Pembenahan untuk mendapatkan optimasi bandara dilakukan dengan mengatur atau membatasi penerbangan dengan pesawat sekelas ATR-72 yang mendarat ke Bali.

“Kita akan buat kluster yang menuju Bali. Dari beberapa kota-kota kecil tidak masuk kesini, kecuali kota-kota itu memang hanya dijangkau dengan pesawat sekelas ATR-72," ujarnya.

Pembenahan lainnya yakni membatasi ground time atau waktu naik-turun penumpang tidak lebih dari 3 jam.

Hingga kini terdapat 34 maskapai asing dengan 47 rute penerbangan yang melayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sementara, penerbangan domestik diisi 8 maskapai domestik dengan 22 rute penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, bandara ngurah rai

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top