3 Negara Ini Incar Pekerja Indonesia untuk Direkrut di Sektor Pertanian

Tenaga kerja asal Indonesia menjadi magnet bagi negara-negara yang membutuhkan pekerja berketerampilan, khususnya di bidang pertanian.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  14:12 WIB
3 Negara Ini Incar Pekerja Indonesia untuk Direkrut di Sektor Pertanian
Petani merontokkan padi hasil panen di areal persawahan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Tenaga kerja asal Indonesia menjadi magnet bagi negara-negara yang membutuhkan pekerja berketerampilan, khususnya di bidang pertanian.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negarai (PPTKLN) Eva Trisiana mengatakan beberapa negara yang paling meminati tenaga terampil asal Indonesia a.l. Jepang, Korea Selatan, dan Rumania.

"Tentunya tawaran kerja sama dari mereka, kami sambut baik. Kami akan segera menyiapkan tenaga kerja yang terampil di bidangnya," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (24/7/2019). 

Menurutnya, kerja sama bidang ketenagakerjaan yang ditawarkan negara lain merupakan kesempatan dan pengalaman untuk meningkatkan skill dan daya saing tenaga kerja di ndonesia.

Di Rumania, sebutnya, tawaran kerja sama bidang ketenagakerjaan paling banyak dibutuhkan untk sektor pertanian. Di Korea Selatan, terdapat 5 sektor kerja sama bidang tenaga kerja yakni sektor manufaktur, sektor perikanan, sektor perkebunan, sektor konstruksi, dan sektor jasa.

Di Jepang, lowongan kepada Indonesia terbagi ke dalam 14 sektor yaitu pengasuh/perawat, manajemen kebersihan gedung, industri suku cadang, industri permesinan, industri elektronik, industri kelistrikan, industri informasi, industri galangan kapal,  industri otomotif, industri penerbangan, industri akomodasi, industri perikanan dan agrobisnis,  industri makanan dan minuman, dan sebagainya. 

Sebelum tenaga kerja Indonesia diberangkatkan, lanjutnya, pemerintah melakukan peningkatan keterampilan "Kami juga jamin perlindungan mereka saat bekerja di sana. Pemerintah juga memiliki MoU pengiriman tenaga kerja ke negara-negara itu," ucapnya. 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Harijanto mengatakan Indonesia sedang mengalami bonus demografi sehingga populasi angkatan kerjanya sedang besar sehingga memang menjadi daya tarik tersendiri dan banyak negara yang membuka lowongan.

Saat ini, yang perlu dilakukan pemerintah sebelum mengirimkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dengan melakukam sertifikasi keahlian. 

Selama ini, belum semuanya tenaga kerja di Indonesia memiliki sertifikasi keahlian. "Ini harus dipastikan tersertifikat dulu baru dikirim," katanya. 

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo meminta pemerintah memastikan dan menjamin hak-hak tenaga kerja Indonesia di negara yang membuka lowongan pekerjaan itu. 

"Potensi besar tenaga kerja Indonesia ini dilirik negara-negara lain. Saya minta pemerintah memastikan terlebih dahulu hak-hak pekerja dan perlindungannya, baru dilakukan pengiriman," tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top