Apa itu Program Kartu Prakerja? Berikut Penjelasan Pemerintah

Kartu prakerja merupakan salah satu program andalan Presiden Joko Widodo dalam fase kedua masa pemerintahannya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  10:45 WIB

Laporan: Edi Suwiknyo


Bisnis.com, JAKARTA - Kartu prakerja merupakan salah satu program andalan Presiden Joko Widodo dalam fase kedua masa pemerintahannya.

Namun demikan, sampai sekarang masyarakat kerap dibuat bingung bahkan salah paham mengenai pelaksanaan dan siapa saja yang disasar oleh program tersebut.

Untuk lebih memudahkan, simak penjelasan Kementerian Keuangan sebagai berikut:

Pertama, dikutip dari laman resmi kemenkeu, kartu tersebut merupakan bukti kehadiran masyarakat untuk seluruh masyarakat Indonesia, termasuk angkatan kerja yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Melalui program kartu prakerja, mereka berkesempatan untuk menambah keahlian sesuai dengan bidang yang sedang dibutuhkan.

Kedua, program ini disiapkan untuk menghilangkan gap antara kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan kebutuhan dunia kerja. Pengalokasiannya akan disiapkan dalam pos anggaran bantuan sosial untuk menyelenggarakan pelatihan digital dan reguler dalam program kartu prakerja.

Ketiga, kartu prakerja ini digulirkan dengan tujuan untuk catch up dan sebagai jaring pengaman sosial. Program ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas masalah pengangguran di Indonesia.

Keempat, catch-up dalam pengertian, ketika lulusan sekolah tamatan SMA ingin kerja, merasa tidak cukup untuk kualifikasi kerja, tanpa pengalaman, mereka bisa ikut pelatihan pra kerja. Jadi mereka tamatan SMA plus kursus tertentu.

Kelima, terkait belanja sosial merupakan tanggungjawab pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial pada masyarakat yang tidak bisa mengikuti upgrade pembangunan dengan kecepatan yang sama seperti contohnya masyarakat miskin.

Keenam, bentuk perlindungan sosial bisa berupa perlindungan kesehatan seperti asuransi BPJS yang dikontribusikan sebagian oleh pemerintah. Kartu prakerja juga termasuk perlindungan sosial, di mana mindset awalnya adalah untuk catch-up dan sebagai jaring pengaman sosial.

Ketujuh, kartu prakerja tidak hanya untuk angkatan kerja baru , tapi juga bisa dimanfaatkan untuk angkatan kerja yang merasa kekurangan keahlian atau ingin memperoleh keahlian baru untuk meningkatkan kompetensi diri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kartu prakerja

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top