Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasan PPN Sewa Pesawat Perkuat Daya Saing Maskapai

Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor pesawat dan suku cadangnya diyakini mampu meningkatkan daya saing maskapai nasional di tingkat regional.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  06:56 WIB
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). - Bisnis/Rachman
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor pesawat dan suku cadangnya dinilai hanya bisa meningkatkan daya saing bisnis di tingkat regional alih-alih efektif mengurangi biaya operasional maskapai.

Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan kebijakan pemerintah tersebut memang sudah lama diperjuangkan maskapai untuk mampu bersaing di tingkat regional.

"Untuk dampak biaya operasional mungkin tidak akan terlalu signifikan, tetapi secara agregat akan meningkatkan competitiveness maskapai kita di skala regional," terangnya, Jumat (19/7/2019).

Gerry menambahkan rata-rata biaya sewa pesawat untuk tipe Boeing 737-800 atau Airbus 320 mencapai US$150.000-US$450.000 per bulan. Jika dalam sebulan utilisasi pesawat mencapai 300 jam, maka biaya sewa antara US$1.000-US$1.500 per jam.

Sementara itu, biaya perawatan pesawat sebesar US$600-US$1.200 per jam. Adapun rata-rata total biaya operasional pesawat tersebut senilai US$6.000 per jam.

"Kalau pembebasan PPN 10 persen, ya sekitar US$100-US$150 per jam. Tidak terlalu signifikan kalau per jam, tetapi cukup berpengaruh untuk membantu cashflow," ujarnya. 

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2019 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu serta Penyerahan dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai.

Dalam regulasi tersebut, terdapat tujuh kategori alat angkutan tertentu yang atas impornya tidak dipungut PPN, di antaranya adalah pesawat udara dan suku cadangnya serta alat keselamatan penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat pajak
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top