Pertamina Terjunkan Tim Ahli Tangani Gelembung Gas di Anjungan Laut Jawa

PT Pertamina (Persero)  mengerahkan tenaga ahli untuk penanganan adanya gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ). 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  19:18 WIB
Pertamina Terjunkan Tim Ahli Tangani Gelembung Gas di Anjungan Laut Jawa
Ilustrasi - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero)  mengerahkan tenaga ahli untuk penanganan adanya gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ). 

Setelah sebelumnya mengirimkan tim tanggap darurat, pengerahan tim penanggulangan dilanjutkan dengan pengerahan tujuh tim ahli yang berasal dari berbagai sektor.

Tim-tim tersebut dilengkapi dengan lebih dari 20 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum dispersant. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan pengerahan tim tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan gelembung gas yang terjadi di anjungan tersebut. 

“Kami terus melakukan upaya terbaik untuk penanganan di lokasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami terus berkordinasi dengan pihak terkait seperti SKK Migas, Ditjen Migas, KLHK, KKKS serta pihak lainnya,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Anjungan YYA-1 terletak sekitar 2 km dari pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut. 

Menurutnya, prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang bekerja sebagai bagian dari team emergency response, masyarakat dan lingkungan sekitar, dan memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Kendati insiden ini lebih kecil dibandingkan pernah terjadi di tempat lain seperti di lapangan Macondo, Gulf of Mexico, Pertamina tetap berupaya menangani  penanganan peristiwa ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top