Muncul Gelembung Gas, PHE ONWJ Butuh Penyesuaian Waktu Produksi

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java mengakui munculnya gelembung gas di Lapangan YY mengakibatkan penyesuaian waktu untuk produksi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  13:29 WIB
Muncul Gelembung Gas, PHE ONWJ Butuh Penyesuaian Waktu Produksi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java mengakui munculnya gelembung gas di Lapangan YY mengakibatkan penyesuaian waktu untuk produksi.

Vice President Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya mengatakan saat ini pihaknya fokus untuk melakukan penanganan pasca terjadinya gelembung gas di proyek YYA-1 pada 12 Juli 2019.

Atas kondisi darurat tersebut, PHE menutup semua kegiatan di Blok ONWJ. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir bencana atas gelembung. 

"Dengan adanya peristiwa ini, tentunya perlu penyesuaian waktu untuk produksi" katanya, saat dihubungi Bisnis.com, Sabtu (20/7/2019).

Terpisah, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan memperkirakan jadwal produksi sumur minyak di Lapangan YY akan mundur tahun depan.

"Ada satu hal yang kami sedang hadapi saat ini, sumur pengembangan yang ada di PHE di Lapangan YY yang diharapkan bisa berproduksi di tahun ini sebesar 4.600 barel per hari, kemungkinan besar akan bergeser ke tahun depan," ujarnya, Jumat (18/7).

Saat ini, tim SKK Migas bersama Dirjen Migas Kementerian ESDM, dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) tengah menangani kondisi tersebut. Ia berharap dalam waktu dekat masalah gelembung gas sudah bisa dirampungkan. 

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam akun instagram-nya @ignasius.jonan menyinggung soal kemampuan Pertamina mengatasi masalah teknis operasional tersebut.

"Wilayah Kerja ONWJ telah sepenuhnya dioperasikan oleh Pertamina sejak 2018 dan sekarang timbul masalah, mampukan Pertamina mengelola offshore plaftorms?" tulis Jonan, dalam keterangan foto yang diunggahnya pada Kamis (18/7).

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati telah memperkirakan bahwa produksi Lapangan YY akan mundur dari jadwal pada September 2019.

"Tapi yang penting buat kami itu keselamatan dulu," kata Nicke.

Lapangan YY diproyeksi dapat memproduksi minyak sebesar empat ribu barel per hari (BOPD), dan akan menghasilkan gas sejumlah 25 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Seluruh hasilnya bakal dipakai untuk kebutuhan domestik dan industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, phe onwj

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top