Tegur Daerah, Jokowi Ingin Persoalan Sampah Diselesaikan

Presiden Joko Widodo menekankan penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 daerah percontohan merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi volume sampah.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  17:26 WIB
Tegur Daerah, Jokowi Ingin Persoalan Sampah Diselesaikan
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) saat pelaksanaan kegiatan strategis daerah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menekankan penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 daerah percontohan merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi volume sampah.

Dalam sambutannya pada rapat terbatas, Presiden Jokowi mengatakan tujuan penyelesaian PLTSa bukan pada listrik yang dihasilkan.

"Yang mau kita selesaikan urusan sampahnya, listrik itu adalah ikutannya.

Menyelesaikan yang di darat aja belum rampung, kita udah harus menyelesaikan lagi yang marine debris yang ini menjadi masalah dunia bukan hanya kita," ujarnya di Kantor Presiden, Selasa (16/7/2019).

Dia pun menambahkan pembahasan PLTSa sudah dilakukan selama enam kali, sejak di menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia.

Secara hukum, implementasi PLTSa sudah termuat dalam Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 mengenai Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Berdasarkan amanat perpres ini, sebanyak 12 daerah dipilih untuk menjadi percontohan PLTSa yakni Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Solo, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

Hingga saat ini, baru empat daerah dari 12 daerah yang menyatakan kesiapannya untuk menjalankan PLTSa yakni Kota Bekasi, Kota Solo, DKI Jakarta, dan Kota Surabaya.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan persoalan sampah di sejumlah daerah penyangga ibu kota yakni Bekasi, Surabaya, Solo, dan Jakarta akan menjadi prioritas penyelesaian PLTSa.

"Contoh di Bekasi 1.700 ton per hari, belum 8.000 ton dari Bantar Gebang. Dari Bekasi sudah cukup tinggi, sehingga empat kota prioritas: Surabaya, Bekasi, Solo, DKI, akan dikawal secara langsung untuk penyelesaiannya. Kelima adalah Bali, kemudian tujuh daerah lain akan diminta membuat prototype-nya," tekannya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan progres PLTSa di Surabaya sudah mencapai 80%.

"Ya Insya Allah kalau surabaya sudah fisiknya kurang lebih 80%, hampir udah jadi," tekannya.

PLTSa Benowo itu disebutnya mampu mengolah sampah hingga 1.300-1.400 ton per hari dan menghasilkan listrik sebesar 11 megawatt.

Tak jauh berbeda, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengakui groundbreaking PLTSa Sunter sudah dilakukan, meski pembangunannya belum dimulai.

"Supaya disegerakan, jadi ada beberapa permen [peraturan menteri] yang harus diterbitkan. PLN juga. Sudah diinstruksikan," jelasnya.

Terkait pembangunan PLTSa, Saefullah menargetkan bisa rampung dalam dua tahun mendatang sehingga mampu beroperasi pada 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, sampah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top