Incar Pasar Timur Tengah, Sharp Tambah Lini Produksi di Karawang

PT Sharp Electronics Indonesia meresmikan lini baru produksi mesin cuci full auto satu tabung.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  16:57 WIB
Incar Pasar Timur Tengah, Sharp Tambah Lini Produksi di Karawang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dalam acara Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Baru PT Sharp Electronics Indonesia di Karawang, Selasa (16/7/2019) - Annisa Sulistyorini

Bisnis.com, KARAWANG – PT Sharp Electronics Indonesia meresmikan lini baru produksi mesin cuci full auto satu tabung. Dengan penambahan ini, perseroan membidik peningkatan ekspor, terutama ke pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Lini baru tersebut berada di pabrik mesin cuci perseroan yang berlokasi di Karawang International Industrial City (KIIC). Peresmian penambahan lini produksi mesin cuci baru Sharp dilakukan pada Selasa (16/7/2019).

Peresmian ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dady Iskandar, Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Tadayuki Miyashita, serta manajemen Sharp Corporation maupun Sharp Indonesia.

Tadashi Ohyama, CEO Sharp Indonesia, mengatakan penambahan lini produksi ini merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor.

Meski banyak fitur dan desain yang dibuat untuk pasar Indonesia, ternyata beberapa negara tetangga dengan karakteristik yang mirip dengan Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, negara Timur Tengah dan lainnya, menyukai produk Sharp.

"Lini baru ini diharapkan menambah diversifikasi produk kami untuk mengisi pasar global tersebut," ujarnya, Selasa (16/7/2019).

Ekspansi lini produksi ini juga bertujuan agar produksi mesin cuci perseroan lebih efektif dan efisien. Dengan penambahan kapasitas terpasang mesin cuci sebesar 400.000 unit per tahun, secara keseluruhan Sharp Indonesia dapat memproduksi mesin cuci sebanyak 1,5 juta unit per tahun.

Ekspor produk perseroan juga diharapkan dapat meningkat karena produksi mesin cuci yang sebelumnya berada di Thailand, dipindahkan ke Indonesia. Selama ini ekspor produk elektronik Sharp Indonesia masih sekitar 3%.

"Ekspor kami sebelumnya single digit, kalau bisa ke depan lebih tinggi. Kami berencana dengan lini baru akan diekspor ke negara Asean, Timur Tengah, juga Afrika," sebutnya.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, menambahkan hingga 2021 ditargetkan porsi ekspor perseroan bisa mencapai 30% dengan penambahan lini produksi baru ini. Pada tahun ini, diproyeksikan bisa naik menjadi 5%-10%. "Tahun depan 20% dan 2021 menjadi 30%," kata Andry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
elektronik, sharp

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top