Ini Saran Kemendag Agar Pertumbuhan Ritel Tinggi

Menurut Kemendag, konsep omnichannel paling sesuai dengan perilaku konsumen saat ini.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  12:06 WIB
Ini Saran Kemendag Agar Pertumbuhan Ritel Tinggi
Minimarket - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Implementasi konsep omnichannel harus masif dilakukan pebisnis ritel jika ingin lini usahanya mengalami pertumbuhan signifikan.

Pendapat itu dikemukakan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti. Menurutnya, konsep omnichannel paling sesuai dengan perilaku konsumen saat ini.

Dengan konsep omnichannel, peritel dapat melayani konsumen baik secara online maupun offline. Sebagai contoh, konsumen bisa memesan barang dari sebuah tempat melalui sistem online, kemudian mengambil pesanan di toko offline.

“Saat ini sekitar 95 persen ritel offline anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah bertransformasi atau beralih ke online. Namun demikian, ekspansi gerai ritel diprediksi akan terus berlanjut. Mungkin tidak lagi membutuhkan gerai ritel yang luas, cukup gerai yang sedang atau kecil namun dilengkapi dengan online to offline,” tutur Tjahya kepada Bisnis, Kamis (11/7/2019) malam.

Berdasarkan data Kemendag, hingga April 2019 pertumbuhan bisnis ritel offline tak mencapai 10 persen secara year-on-year (yoy). Jika dinilai berdasarkan besaran konsumsi barang-barang Fast Moving Consumer Goods (FMCG), pertumbuhan ritel modern di bulan yang sama hanya 6,6 persen secara yoy. Adapun pertumbuhan konsumsi FMCG di periode yang sama sebesar 1,8 persen.

Ketidaksanggupan bisnis ritel offline tumbuh hingga 10 persen per April 2019 disinyalir karena membesarnya kebiasaan belanja daring konsumen. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi ritel online atau daring di Indonesia sepanjang 2018 mencapai Rp77,76 triliun.

“Angka ini meroket 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp30,94 triliun,” ujar Tjahya.

Saran Tjahya agar ekspansi gerai ritel dilakukan dengan membuka toko yang luasannya sedang atau kecil senada dengan analisa Consumer Behaviour Expert dan Executive Director Retail Service Nielsen Indonesia Yongky Susilo. Dia memprediksi pertumbuhan cepat akan dialami ritel dengan format minimarket tahun ini.

Pertumbuhan minimarket di Indonesia pada 2019 diprediksi mencapai lebih dari 10 persen. Sementara pertumbuhan untuk ritel jenis supermarket ada di kisaran 5-9 persen, dan hypermarket hanya 0-4 persen.

“[Format minimarket] pas untuk saat ini di mana konsumen kerap belanja pas-pasan. Untuk ritel jenis hypermarket harus scale down, terlalu besar kalau sampai 10.000 meter persegi,” tutur Yongky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemendag

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup