RI Incar Kenaikan Kunjungan Wisman dari 20 Negara Pasifik

Indonesia berupaya menggaet kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Pasifik, melalui kegiatan promosi di Selandia Baru.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  17:09 WIB
RI Incar Kenaikan Kunjungan Wisman dari 20 Negara Pasifik
Wisatawan mancanegara mengunjungi Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA --  Indonesia berupaya menggaet kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Pasifik, melalui kegiatan  promosi di Selandia Baru.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mempromosikan pariwisata Tanah Air ke 20 negara di kawasan Pasifik saat acara The First Pacific Exposition & Tourism Forum di Auckland Selandia Baru yang diselenggarakan pada 11--14 Juli 2019.
 
Ke-20 negara yang diincar Indonesia a.l. Australia, Cook Island, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, New Zealand, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, Vanuatu, New Caledonia.
 
Dubes Tantowi di Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Kamis (11/7/2019) menjelaskan bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasifik. Posisi Indonesia secara geografis menghadap ke laut Pasifik.
 
 

Ada 5 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang menghadap ke pasifik, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Timor Barat atau NTT.

"Semua  negara memang sedang memiliki planning yang sama, menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi andalan negaranya,” katanya dalam siaran pers yang dilansir Kementerian Pariwisata, Jumat (12/7/2019).

Tantowi juga mengatakan, Indonesia itu negara yang besar yang memiliki ratusan suku, bahasa, adat tradisi dan kepercayaan. Di bagian barat, Tantowi mencontohkan dirinya, yang memiliki wajahnya seperti keturunan China. Ada juga Arab dan Eropa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berpendapat semangat negara-negara Pasifik juga diapresiasi, untuk membangun kolaborasi di sektor pariwisata.

“Semoga di akhir acara ini, kita dapat memberikan kontribusi positif untuk kerjasama timbal balik antara negara-negara Pasifik, sejalan dengan moto Towards One Pacific Destination, Menuju Satu Tujuan Pasifik ini,” kata Arief.

Lebih lanjut, dia mengakui telah menyiapkan dua strategi untuk meningkatkan daya saing ASEAN sebagai tujuan wisata tunggal, dan memastikan bahwa pengembangan pariwisata ASEAN berkelanjutan dan inklusif.

Pertama, meningkatkan daya saing berarti negara-negara akan berkolaborasi dalam upaya seperti mengintensifkan promosi dan pemasaran, diversifikasi produk pariwisata, menarik investasi pariwisata dan meningkatkan kualiatas SDM pariwisata, standar fasilitas pariwisata, dan pelayanannya.
 
Kedua, memastikan pengembagan pariwisata berkelanjutan dan inklusif, yang memerlukan beberapa tindakan, yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal, sektor swasta dan sektor publik dalam pembangunan, memastikan keselamatan dan keamanan, memprioritaskan perlindungan dan pengelolaan situs warisan dan juga meningkatkan upaya terhadap pelestarian lingkungan dan perubahan iklim.

“Saya sangat berharap bahwa forum kami ini dapat memberi wawasan yang bermanfaat  dibalut dengan kesuksesan, dan khususnya menghasilkan hasil substansial dan keuntungan nyata yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi One Pacific Destination,” pungkasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup