Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rintis Transportasi Cerdas, RI Gandeng Korsel

Sistem transportasi cerdas akan melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari Korp Lalu Lintas Kepolisian, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, hingga operator jalan tol. Sistem transportasi cerdas ini akan mulai diterapkan pada Juli 2020 di wilayah Jabodetabak.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  18:18 WIB
Country Director KOICA Indonesia, Hoejin Jeong (kiri) dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto (kanan) usai menekan record of discussion (RoD) rencana induk sistem transportasi cerdas di Jakarta, Rabu (3/7). - Rivki Maulana
Country Director KOICA Indonesia, Hoejin Jeong (kiri) dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto (kanan) usai menekan record of discussion (RoD) rencana induk sistem transportasi cerdas di Jakarta, Rabu (3/7). - Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menjalin kerja sama pengembangam sistem transportasi cerdas atau Intelligent Transport System (ITS) dengan Korea Selatan. Penerapan ITS diproyeksi bisa meningkatkan efisiensi penggunaaan jalaj, akses, dan keselamatan lalu lintas.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh  Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto dengan Country Director KOICA Indonesia, Hoejin Jeong di Jakarta, Rabu (3/7/2019). Sugiyartanto mengatakan penanganan lalu lintas di Jabodetabek memerlukan sistem baru yang lebih canggih agar penggunaan jalan bisa efektif.

Dia menambahkan, sistem transportasi cerdas akan melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari Korp Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, hingga operator jalan tol.  Sistem transportasi cerdas ini menurut Sugiyartanto akan mulai diterapkan pada Juli 2020 di wilayah Jabodetabak. 

"Ini sangat baik untuk Jabodetabek dan kami percaya dengan teknologi canggih seperti di Korea akan membuat sistem transportasi cerdas bermanfaat bagi generasi selanjutnya," jelas Sugiyartanto di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sementara itu, Jeong mengatakan kerja sama dengan Kementerian PUPR merupakan lanjutan dari kerja sama antara KOICA dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR. Kongsi itu melahirkan purwarupa  operasi sistem data jalan(IRODCOO - Integration Road Data Center Operation) yang saat ini sistem tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut melalui proyek ini.

Dalam Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas, percontohan akan dilakukan di wilayah metropolitan Jakarta. Proyek ini akan berlangsung selama lima tahun, terdiri  dari tiga tahun implementasi dan dua tahun masa pemeliharaan. Anggaran untuk anggaran ini disepakati mencapai US$5,5 juta atau setara Rp77,77 miliar (Kurs Rp14.140).

Berdasarkan lingkup kegiatan, kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan ini mencakup pengembangan Master Plan Sistem Transportasi Cerdas, implementasi sistem percontohan di koridor Jakarta-Cikampek, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyediaan rujukan pedoman hukum dan peraturan Sistem Transportasi Cerdas di Indonesia.

Secara umum, sistem transportasi cerdas menyediakan informasi lalu lintas secara real time kepada pengguna jalan. Sistem ini akan merekam dinamika lalu lintas lewat kamera analitik. Walhasil, pengguna jalan mendapat informasi yang akurat terkait kondisi jalan dan lalu lintas.

Jeong menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Korea Selatan telah mengembangkan metodologi  dan strategi untuk mengurangi lalu lintas secara efektif. Hampir semua kota di Korea Selatan direkam dalam video lewat lebih dari sembilan juta kamera  pengintai di jalan hingga stasiun kereta bawah tanah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem transportasi Transportasi Cerdas
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top