Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bea Meterai Diusulkan Naik Jadi Rp10.000

UU Bea Meterai yang hingga saat ini digunakan adalah UU No. 13/1985 belum pernah mengalami perubahan hingga hari ini.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  17:59 WIB
Ilustrasi materai - tokopedia.com
Ilustrasi materai - tokopedia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Bea Meterai.

Untuk diketahui, UU Bea Meterai yang hingga saat ini digunakan adalah UU No. 13/1985 belum pernah mengalami perubahan hingga hari ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam waktu 17 tahun yaitu mulai 2000 hingga 2017, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia meningkat 8 kali lipat dari Rp6,7 juta menjadi Rp51,9 juta.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat penerimaan dari 2001 hingga 2017 hanya meningkat 3,6 kali lipat dari Rp1,4 triliun menjadi Rp5,08 triliun.

"Seyogyanya korelasi pendapatan pajak dengan pendapatan per kapita adalah berjalan seiring. Hal ini menunjukkan masih ada potensi untuk meningkatkan penerimaan bea meterai yang dirasa bisa dilakukan tanpa memberatkan masyarakat," ujar Menkeu, Rabu (3/7/2019).

Selama ini, tarif bea meterai yang dikenakan hanya senilai Rp6.000 dan Rp3.000 dan sudah tidak dapat ditingkatkan lagi karena batasan UU No. 13/1985.

Melalui UU tersebut, kenaikan bea meterai dibatasi sebanyak enam kali dan pemerintah pun telah enam kali meningkatkan tarif bea meterai.

Dalam RUU Bea Meterai, pemerintah mengusulkan kenaikan sekaligus simplifikasi bea meterai menjadi satu tarif saja yaitu sebesar Rp10.000.

Penyesuian dari tarif bea meterai kedepannya dapat diatur melalui peraturan pemerintah (PP).

Meski tarif bea meterai ditingkatkan, batasan pengenaan bea meterai juga ditingkatkan menjadi Rp5 juta.

Dalam UU No. 13/1985, dokumen dengan nilai Rp250.000 hingga Rp1 juta dikenakan tarif bea meterai senilai Rp3.000, sedangkan dokumen dengan nilai Rp1 juta rupiah dikenakan tarif bea meterai Rp6.000.

Selain itu, perubahan signifikan lain adalah dimasukkannya dokumen digital sebagai objek bea meterai sehingga dokumen digital non-kertas bisa dikenakan bea meterai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabean bea materai
Editor : Tegar Arief
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top