PNBP Masih Kurang, Kemenhub Manfaatkan Temuan BPK untuk Penagihan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memanfaatkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan (LK) 2018 untuk melakukan penagihan penerimaan PNBP yang disebut masih kurang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  15:02 WIB
PNBP Masih Kurang, Kemenhub Manfaatkan Temuan BPK untuk Penagihan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan keterangan terkait penurunan harga tiket pesawat, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memanfaatkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan (LK) 2018 untuk melakukan penagihan penerimaan PNBP yang disebut masih kurang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pihaknya berterima kasih kepada BPK dan akan maksimalisasi fungsi organisasi kementeriannya.

"Kami berterima kasih karena mata kami terbatas dengan cakupan yang luar biasa dan ini kami bayangkan ada potensi PNBP yang baik. Kami akan lakukan dan kami sudah lakukan bertahap dan beberapa sudah dilakukan pembayaran," paparnya, di Kantor Kemenhub, Selasa (25/6/2019).

Dia mengungkapkan, temuan dari BPK ini akan digunakan sebagai dasar oleh Kemenhub dalam melakukan tagihan kepada lembaga bersangkutan. Dia menegaskan pihaknya akan mengumpulkan kekurangan tersebut dengan meminta bantuan dari BPK.

Dia berkomitmen temuan-temuan tersebut akan menjadi bagian dari introspeksi Kementerian. "BPK melihat ada celah-celah tertentu. Kami kerja keras menyelesaikan," imbuhnya.

BPK mencatat, masih ada temuan hasil audit atas Laporan Keuangan (LK) 2018 Kementerian Perhubungan. Berdasarkan catatan BPK ada potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari surat registrasi uji tipe (SRUT) kendaraan bermotor hingga Rp1 triliun yang belum terkumpulkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpk, pnbp, Budi Karya Sumadi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top