Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Masyarakat Sadar Wisata Tingkatkan Profesionalisme

Kementerian Pariwisata mengharapkan masyarakat dan para pengelola desa wisata sadar wisata.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  20:28 WIB
Masyarakat Sadar Wisata Tingkatkan Profesionalisme
Wisatawan sedang mengabadikan daya destinasi wisata Tanah Lot di Tabanan, Bali. - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata mengharapkan masyarakat dan para pengelola desa wisata sadar wisata.

Kesadaran ini diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme dalam menyambut dan melayani lebih banyak wisatawan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar.

Menurutnya, semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat akan manfaat pariwisata di daerahnya akan meningkatkan profesionalitas layanan terhadap wisatawan.

“Pengelola desa wisata termasuk bagian penting dari langkah pengembangan destinasi, penyusunan story telling, dan pembentukan kelompok sadar wisata atau pokdarwis,” tuturnya dalam acara Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Adat Peken, Tabanan, Bali, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (25/6/2019).

Upaya ini, lanjutnya, juga bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan dan masyarakat desa wisata agar mampu meningkatkan dan mengembangkan desa wisata. Hal ini lantaran pengembangan desa wisata menjadi stimulus positif pertumbuhan perekonomian perdesaan.

Dia mengakui bahwa pariwisata merupakan cara tercepat untuk meraup devisa sehingga pariwisata perlu dikembangkan dalam membangun perekonomian desa.

Kondisi itu nantinya yang jelas juga meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat desa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : M. Syahran W. Lubis

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top