Hingga Mei 2019, Tercatat 2,3 Juta Wisatawan Mancanegara Datang ke Pulau Bali via Bandar Udara

Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai - Bali kembali mencatat kenaikan pada kunjungan wisatawan mancanegara pada periode pencatatan Januari-Mei 2019. Dari data statistik yang dihimpun, tercatat sebanyak 2.383.998 wisatawan mengunjungi Pulau Dewata via udara.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  19:45 WIB

Bisnis.com, MANGUPURA – Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai - Bali kembali mencatat kenaikan pada kunjungan wisatawan mancanegara pada periode pencatatan Januari-Mei 2019. Dari data statistik yang dihimpun, tercatat sebanyak 2.383.998 wisatawan mengunjungi Pulau Dewata via udara.

Jumlah ini mengindikasikan terdapat pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara dibanding dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu, yaitu sebanyak 40.299 jiwa, atau tumbuh sebesar 2%.

Dengan jumlah wisatawan mancanegara tersebut pula, hingga bulan Mei ini, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menyumbang sebanyak 36% dari total target wisatawan mancanegara tahun 2019 yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai - Bali, Haruman Sulaksono, menyebutkan, tiga negara dengan jumlah wisatawan terbanyak masih sama seperti bulan Januari hingga April 2019.

“Negara penyumbang wisatawan terbanyak di periode ini masih sama seperti periode sebelumnya di tahun ini. Cina masih menempati peringkat pertama, disusul oleh Australia di posisi kedua. Posisi ketiga diduduki oleh India,” jelas Haruman ketika diminta keterangan di kantornya, Jum’at (21/06).

Dengan jumlah 519.341 wisatawan, menjadikan persentase proporsi jumlah wisatawan asal Cina sebesar 31% dari total jumlah wisatawan mancanegara yang dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Peringkat kedua tetap diduduki oleh wisatawan asal Negeri Australia, dengan sumbangan kunjungan wisatawan sebanyak 439.412 jiwa, yang menjadikan persentase wisatawan asal Negeri Kanguru ini sebesar 26%.

Menyusul Australia, India kembali menjadi negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ketiga, dengan total sumbangan sebanyak 151.959 wisatawan.

Dengan tambahan wisatawan di bulan Mei sebanyak 39.062 jiwa, menjadikan persentase jumlah wisatawan asal India mencapai 9% dari jumlah keseluruhan wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui bandar udara.

Menariknya, India menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi di bulan Mei 2019, dibandingkan dengan jumlah wisatawan di bulan April 2019. Dibanding dengan jumlah kunjungan di bulan April 2019 lalu, yaitu sebanyak 25.832, terdapat pertumbuhan sebesar 13.230 jiwa, atau naik sebesar 51%.

“Baru tanggal 29 Mei lalu, kami menyambut dengan suka cita rute penerbangan baru Ho Chi Minh City – Bali pp dari maskapai asal Vietnam, VietJet Air. Hal ini tentunya diharapkan dapat menjadi salah satu katalis untuk semakin mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara asal Vietnam dan negara kawasan Indochina lain ke Bali. Ke depannya, akan ada lagi maskapai penerbangan yang akan membuka rute penerbangan baru ke Bali, yang tentunya akan semakin meningkatkan konektivitas Bali dengan dunia,” sambung Haruman.

“Pulau Bali, dengan daya tarik tersendiri dan sudah menjadi ikon pariwisata Indonesia dan dunia, tentu memiliki peran penting dalam pergerakan wisatawan mancanegara. Khususnya, bandar udara sebagai gerbang utama dan pilihan transportasi termudah yang dapat dipilih oleh wisatawan mancanegara untuk menuju ke Bali. Oleh karena itu, kami selaku pengelola bandar udara akan selalu berkomitmen untuk secara konsisten mengedepankan prinsip safety, security, service, dan compliance demi kenyamanan penumpang,” tutup Haruman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkasa pura i

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top