Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maskapai Asing Masuk Pasar Domestik? Kaji Dulu Aturannya

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah membuat kajian mendalam terkait wacana akan diizinkannya maskapai penerbangan asing masuk ke pasar dalam negeri.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  14:42 WIB
Pesawat berada di apron Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi
Pesawat berada di apron Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah membuat kajian mendalam terkait wacana akan diizinkannya maskapai penerbangan asing masuk ke pasar dalam negeri.

Wacana tersebut sebelumnya dihembuskan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, sehingga mendapat tanggapan yang beragam dari publik dan praktisi penerbangan.

“Kajian tersebut harus melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku, di tengah harga tiket pesawat yang masih meroket,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Bambang mengatakan tingginya harga tiket pesawat telah berdampak kepada sektor pariwisata.

Pengamat penerbangan, Alvin Lee sebelumnya mengakui bahwa selama 10 tahun industri penerbangan kurang bergairah. Hal itu bisa dilihat dari tidak adanya maskapai asing baru yang ikut bermain di moda transportasi udara Indonesia.

“Kalau pasar transportasi udara Indonesia sedemikian menguntungkan dan atraktif, tentunya dalam 10 tahun terakhir sudah masuk banyak pemain baru dengan pola seperti Indonesia Air Asia. Faktanya tidak ada pendatang baru sedangkan pemain lama berguguran,” ujar Alvin.

Alvin mengatakan tidak ada satu negara pun di dunia yang mengizinkan maskapai milik asing untuk melayani rute domestik negaranya, karena itu dia menilai tidak sepatutnya wacana itu disuarakan oleh Presiden Jokowi.

Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo juga menyatakan ketidaksetujuannya dengan keberadaan maskapai asing untuk bersaing di pasar penerbangan domestik. 

Dia menyarankan agar pemerintah fokus memperkuat dan membuka peluang investasi bagi maskapai domestik serta memperbaiki suplai avtur.

"Mengundang maskapai asing bukan justru menambah permasalahan baru. Tarif tiket maskapai kita pasti kalah," kata Sigit.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi tiket pesawat maskapai asing keluhkan layanan soetta
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top