Hotel di Lingkar 1 Tol Trans Jawa Terisi Penuh

Okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 3% hingga 5% bila dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.
Yanita Petriella | 10 Juni 2019 14:55 WIB
Kendaraan roda empat yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo Km 427, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - ANTARA / Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Tol Trans Jawa yang kini telah tersambung dari Merak hingga Probolinggo membawa berkah bagi hotel di sepanjang jalur tol. Pada masa liburan Idulfitri 2019, okupansi hotel naik hingga 5% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani menjabarkan, tersambungnya ruas tol Trans Jawa, demikian pula dengan tol Trans Sumatra, pada libur Lebaran tahun ini berdampak pada kenaikan minat masyarakat yang tak mudik untuk turut serta mencoba ruas tol tersebut.

Akibatnya, sebut Hariyadi, tingkat okupansi hotel, khususnya di wilayah-wilayah yang dilalui oleh kedua tol tersebut, pada periode libur Lebaran tahun ini turut terkerek.

Menurut catatan PHRI, tingkat okupansi hotel di lingkar pertama tol Trans Jawa dan Trans Sumatra, yakni daerah destinasi wisata, mencapai 100%.

Sementara itu, untuk wilayah lingkar kedua yang dekat dengan destinasi wisata dan ruas tol, tingkat okupansi hotelnya mencapai 85%. Selain itu, untuk di wilayah lingkar yang ketiga alias yang jauh baik dari destinasi wisata maupun tol, tingkat okupansi hotelnya mencapai 65%.

Okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 3% hingga 5% bila dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.

“[Saat periode libur Lebaran] tahun ini, [okupansi hotel di wilayah] lingkar ketiga juga naik 3% hingga 5% dari [periode libur Lebaran] tahun lalu yang mencapai 57% hingga 60% okupansinya. Hari ini [Minggu, 9/6], puncak masyarakat pada check-out hotel karena besok [Senin, 10/6] sebagian besar sudah mulai masuk kerja,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (9/6).

Menurut Hariyadi, selain karena animo masyarakat yang mudik dan mencoba ruas tol baru Trans Jawa dan Trans Sumatra, kenaikan okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini dipicu oleh adanya pemberian gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibayarkan bersamaan.

“Dengan pemberian bersamaan gaji ke-13 dan THR ini, tentu spending [belanja] masyarakat saat libur Lebaran tahun ini besar termasuk untuk akomodasi hotel,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
okupansi hotel, mudik lebaran 2019

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top