Masih Asyik Jualan, Perantau Sumbar Pilih Mudik Usai Lebaran

Sejumlah perantau asal Provinsi Sumatra Barat, memilih menunda jadwal mudik ke kampung halaman karena masih berjualan saat Idulfitri 1440 H.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  14:53 WIB
Masih Asyik Jualan, Perantau Sumbar Pilih Mudik Usai Lebaran
Ilustrasi - Pemudik di area kedatangan penumpang Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumbar. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perantau asal Provinsi Sumatra Barat, memilih menunda jadwal mudik ke kampung halaman karena masih berjualan saat Idulfitri 1440 H.

"Saya baru bisa mudik hari ini, karena kemarin masih berjualan baju di pasar," kata Dika (27) salah seorang penumpang bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Dia mengatakan, penundaan keberangkatan itu dikarenakan jual beli pada H-2 dan H-1 lebih ramai atau puncaknya sehingga terpaksa mengorbankan jadwal mudik. "Selain itu saya juga harus menghabiskan sisa barang dagangan agar tidak rugi," kata pemuda asal Kota Bukittinggi tersebut.

Terkait dengan alasan memilih bus sebagai kendaraan mudik, dia mengaku agar lebih irit jika dibandingkan naik pesawat terbang. Namun, pemuda satu anak itu juga mengeluhkan lamanya antrean keberangkatan di Terminal Kalideres.

Hal senada juga disampaikan Agus (34) pemudik asal Sumatra Barat, yang mengaku menunda jadwal mudik karena mengutamakan berjualan di Pasar Kebon Pisang, Jelambar, Jakarta Barat. "Ya terpaksa ditunda karena momen dan puncak jual beli itu saat hari H Lebaran," kata dia.

Selain itu, ia juga mengaku harus menghabiskan sisa barang dagangannya sebelum mudik sehingga terpaksa menunda jadwal ke kampung halaman. Ketika ditanya alasan memilih bus saat mudik, ia mengatakan karena harga tiket pesawat yang terlalu mahal. "Harga tiket bus hanya Rp475.000, kalau pesawat Rp2 juta lebih," ujarnya.

Calon pemudik asal Sumatra Barat lainnya, Feri (30) mengaku juga terpaksa menunda jadwal mudik karena pekerjaan di ibu kota belum selesai. "Beberapa hari lalu masih kerja, jadi mengutamakan kerja dulu baru mudik menyusul," ujarnya.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain membenarkan bahwa jumlah pemudik masih ada di terminal setempat tetapi tidak terlalu signifikan jika dibandingkan saat arus mudik. Ketika ditanya berapa jumlah pasti penumpang yang masih mudik pada H+2, ia belum memilikinya karena masih fluktuatif. Namun, diperkirakan tidak lebih dari 100 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumbar, pemudik, PERANTAU

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top