JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019: Evaluasi Arus Mudik ke Sumatra, Jalan Tol dan Pelabuhan Merak-Bakauheni Jadi Sorotan

Tiket pesawat yang mahal pada tahun ini, membuat evaluasi jalur mudik darat ke Sumatra lebih banyak disorot.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 07 Juni 2019  |  09:14 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA BALI 2019: Evaluasi Arus Mudik ke Sumatra, Jalan Tol dan Pelabuhan Merak-Bakauheni Jadi Sorotan
Salah satu rest area di jalan tol Trans Sumatra di Lampung. - Bisnis.Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, BATU — Pada Arus Mudik musim Lebaran 2019, infrastruktur jalan tol terutama Trans Jawa menjadi semacam 'pahlawan' atas fenomena kelancaran bermudik di sepanjang Pulau Jawa.

Tetapi, bagaimana evaluasi Arus Mudik musim Lebaran 2019, untuk pemudik yang pulang kampung ke arah Pulau Sumatra?

Peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) sekaligus Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang Djoko Setijowarno menjelaskan pada Bisnis, Jumat (7/6/2019) bahwa tiket pesawat yang mahal pada tahun ini, membuat evaluasi jalur mudik darat ke Sumatra lebih banyak disorot.

Pertama, Pelabuhan Merak-Bakauheni dinilai sudah lebih baik ketimbang tahun lalu. Terutama terkait penambahan kapasitas, perbaikan layanan, dan adanya kebijakan yang dinilai tepat, yakni berupa diferensiasi tarif penyeberangan di siang dan malam hari.

Tercatat pelabuhan itu mampu mengurangi penumpukan lalu lintas di waktu malam seperti mudik pada tahun-tahun sebelumnya. Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi pun mengakui hal tersebut.

Selanjutnya, Djoko menyoroti keberadaan tol Trans Sumatra yang sanggup membantu mempersingkat waktu perjalanan.

Pada tahun depan, diprediksi beberapa tol di Sumatra akan menjadi primadona pemudik. Yakni di Sumatra Utara total 115,27 km, yang terdiri dari ruas Tol Medan-Binjai 10,46 km, Medan-Kualanamu - Tebing Tinggi 62,11 km, Belawan - Medan - Tanjung Morawa 42,7 km.

Selanjutnya, di Sumatra Selatan, ruas Tol Palembang-Indralaya 21,93 km, Kayu Agung - Palembang 40 km, dan Pematang Panggang - Kayu Agung 87 km. Serta di Provinsi Lampung ada ruas Tol Bakauheni -Bandar Lampung - Terbanggi Besar 139,93 km dan Terbanggi Besar - Pematang Panggang 99,1 km.

"Bakauheni-Bandar Lampung hanya butuh waktu 45 menit. Bila menggunakan jalan non tol Lintas Timur Sumatera bisa 2 jam hingga 2,5 jam," jelasnya.

"Demikian pula jika sudah terhubung ke Palembang (366,03 km dari Bakauheni) hanya memerlukan sekitar 4 jam. Jika memakai jalan lintas Timur bisa 10-12 jam. Menyingkat waktu 70 persen," tambah Djoko.

Kendati demikian, Djoko berharap ke depan pemerintah memperhatikan jaminan keamanan untuk pemudik di tol Trans Sumatra. Sebab, ada beberapa daerah di jalur nontol Lintas Timur Sumatera, yang sudah terkenal sebagai daerah rawan tindak kejahatan.

"Untuk memberikan jaminan aman bagi pengguna tol ini adalah mengedukasi pengguna tol untul mencatat nomor call centre atau pusat penggilan yang terpampang di sepanjang tol tersebut," ujar Djoko.

"Jangan sampai tindakan kejahatan tersebut beralih ke jalan tol yang sudah beroperasi sebagian," tambahnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur tempat peristirahatan atau rest area mesti dipercepat. Sebab, hingga kini tempat berjualan masih dilayani oleh warga setempat dalam bentuk warung tenda biru. Walaupun, fasilitas rest area sementara, seperti mushola kontainer, SPBU modular, dan toilet portable sudah disediakan.

"Saat ini baru satu tempat istirahat atau rest area yang bisa terbangun, yakni di Km 215 antara ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang. Rest area tersebut berada di sisi timur jalan tol," ungkapnya.

"Sementara rest area yang lain baru berupa area parkir kendaraan dan akses jalan keluar masuk. Terbangun juga masjid yang cukup luas," tambah Djoko.

Sementara itu, Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 Bisnis Indonesia kini tengah menyusuri kembali jalur tol Trans Jawa, untuk memberikan informasi terkait Arus Balik Lebaran 2019, dari Ponorogo, Jawa Timur hingga memasuki Jabodetabek.

Tim Jelajah Jawa Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini).

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top