Gubernur NTT : Produksi Garam Akan Kurangi Desifit Perdagangan

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku optimistis bisa membantu mengurangi defisit neraca perdagangan nasional dengan meningkatkan produksi komoditi garam yang sedang dikembangkan di wilayah itu.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  10:10 WIB
Gubernur NTT : Produksi Garam Akan Kurangi Desifit Perdagangan
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat - ANTARA

Bisnis.com, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku optimistis bisa membantu mengurangi defisit neraca perdagangan nasional dengan meningkatkan produksi komoditi garam yang sedang dikembangkan di wilayah itu.

"Defisit neraca perdagangan Indonesia cukup lumayan, kami siap membantu mengurangi defisit lewat peningkafan produksi garam," katanya di Kupang, Senin (3/6/2019).

Untuk itu, ia menargetkan NTT mampu memproduksi 1,5 juta metrik ton untuk kebutuhan nasional paling lambat hingga 2025.

Sementara kebutuhan garam nasional yang diimpor pada 2019 mencapai sebanyak 3,7 juta metrik ton.

"Saya ingin 2025 kita menghasilkan 1,5 juta metrik ton garam, sehingga bisa mengurangi desifit. Ini bisa menjadi sumbangan NTT mengurangi defisit perdagangan negara ini," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Viktor telah meninjau lokasi produksi garam di sejumlah daerah seperti Kabupaten Malaka yang digarap PT Inti Daya Kencana dan Kabupaten Kupang oleh PT Timor Livestock Lestari.

Ia mengatakan, potensi lahan garam di kedua kabupaten tersebut mencapai hingga 8.000 hektare.

"Jika 8.000 hektare itu dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan 1,5 juta metrik ton garam. Ini lah yang membuat NTT akan menjadi daerah yang hebat, karena produksi garamnya," katanya.

Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk dengan kawasan tambak garam lain di kabupaten lain seperti di Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Nagekeo, serta Rote Ndao.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
produksi garam

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top