ALFI Jalin Kerja Sama Internasional Kembangkan Daya Saing Logistik Nasional

ALFI menggandeng sejumlah negara Asean, Timur Tengah, AS, Jepang, Kanada, China, dan Amerika Selatan untuk mengembangkan platform teknologi serta jaringan logistik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  17:28 WIB
ALFI Jalin Kerja Sama Internasional Kembangkan Daya Saing Logistik Nasional
Ilustrasi kegiatan logistik. - Reuters/Noah Berger

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia (ALFI) menjalin kerja sama dengan berbagai negara guna mengembangkan platform teknologi digital yang menjadi jaringan komunitas logistik internasional.

Ketua Umum DPP ALFI dan Chairman Asean Freight Forwarder Association Yukki Nugrahawan Hanafi menuturkan saat ini, ALFI  sedang dalam proses menjalin kerja sama global dalam hal platform teknologi maupun communities network, dengan negara-negara Asean, beberapa negara Timur Tengah, AS, Jepang, Kanada, China, dan negara-negara Amerika Latin.

"Kerja sama tersebut meliputi teknologi otomatisasi dengan teknologi siber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk siber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud-based), komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system), dan tentunya community-based, di mana output-nya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI," terangnya, Kamis (30/5/2019).

Tahap awal sosialisasi kerja sama tersebut akan dilaksanakan di lima wilayah DPW ALFI yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, dan Belawan. Yukki optimistis target integrasi global platform ini bisa terlaksana pada kuartal III/2019.

"Bisnis yang tumbuh harus mencari sesuatu yang berbeda, bukan sekadar menjadi lebih baik dan bicara digitalisasi, yang perlu diantisipasi baik dalam dunia pelayaran dan logistik adalah kecepatan untuk beradaptasi dan agilitas serta transparansi dalam proses internal dan eksternal," paparnya.

Saat ini, ALFI tengah mengembangkan rantai pasok berbasis digital guna meningkatkan daya saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis, dan inovatif. Daya saing, lanjut Yukki, tidak bisa bergerak sendiri karena membutuhkan kolaborasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pembangunan kolaborasi digital platform ini meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration. Dengan begitu, ALFI menargetkan menjadi trade facilitator, community network di Asean, beberapa negara Timur Tengah, AS, Jepang, Kanada, China, dan Amerika Latin.

"Seiring dengan perkembangan industri yang memasuki era 4.0, digitalisasi dan logistik menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, cepat atau lambat digitalisasi telah merambah ke semua lini dan salah satunya adalah logistik," tambahnya.

Menyambut Industri 4.0, ALFI sedang mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan berbagai pelatihan melalui ALFI Institute serta mengembangkan digitalisasi Smart Logistics yang dibangun dalam laman resmi ALFI. yakni ilfa.or.id. Tahap awal, yakni Track and Trace, yang sedang adikembangkan meliputi transportasi laut, darat, dan udara.

"Kami kembangkan di IoT, pergudangan, depo, dan data exchange (pertukaran data), serta sektor perbankan untuk menunjang trade financing," sambung Yukki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, alfi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top