Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serapan Karet, Gapkindo Nilai Sektor Infrastruktur Dorong Konsumsi Massif

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mencatat konsumsi domestik baru mencapai 20% selama 6 tahun terakhir pada 2016 atau sekitar 676.000 ton karet alam.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  21:30 WIB
Pekerja menyelesaikan penambalan jalur pantura di Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/6). - Antara/Dedhez Anggara
Pekerja menyelesaikan penambalan jalur pantura di Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/6). - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mencatat konsumsi domestik baru mencapai 20% selama 6 tahun terakhir pada 2016 atau sekitar 676.000 ton karet alam.

Asisten Direktur Eksekutif Gapkindo Uhendi Haris memaparkan, penggunaan karet di sektor infrastruktur dapat meningkatkan konsumsi karet nasional secara masif dan berkesinambungan. Haris menyarankan agar pembuatan aspal menggunakan karet padat berkualitas Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Pasalnya, produksi karet berbentuk latex masih domestik masih kecil.

“Memang teknologi yang tersedia dengan [menggunakan] latex, tapi di Indonesia ini sangat sedikit juga [volumenya]. Kalau unutk keperluan pabrik sarung tangan [medis] saja harus impor, jadi gunakanlah [karet] SIR 20,” paparnya kepada Bisnis, Senin (27/5/2019).

Uhendi menambahkan bahwa produksi karet pada akhir tahun lalu mencapai sekitar 3,6 juta ton. Adapun, produksi karet SIR 20 mendominasi sebanyak 96,7% dari total produksi.

Uhendi berujar, penggunaan karet dalam pembuatan aspal akan menambah biaya produksi, namun juga akan menghasilkan kualitas yang lebih tinggi. Uhendi menyampaikan dari beberapa simulasi ditemukan bahwa penggunaan karet dalam pembuatan aspal akan menambah biaya pembuatan aspal 20% dan meningkatkan kualitas jalan sebesar 50%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri karet
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top