UJi Coba CPO Murni Pada PLTD Terkendala Kesepakatan Harga

Produsen meminta PLN membeli CPO melakukan pembelian dengan skema beli kontrak dalam waktu panjang. Hanya saja, lantaran masih tahap uji coba, PLN tidak bisa menyanggupinya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  15:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengaku hingga saat ini belum kunjung melakukan uji coba minyak kelapa sawit atau crude palm oil murni pada pembangkitan lantaran kesulitan dalam proses pembelian.

Berdasarkan data yang bisnis terima, uji coba crude palm oil (CPO) dilakukan pada empat pembangkit tenaga diesel dan mesin gas berkapasitas total 122 MW. Empat pembangkit tersebut yakni pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Kanaan berkapasitas 10 MW di Contang, PLTD Batakan 40 MW di Balikpapan, PLTD Supa 62 MW di Pare-Pare, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Jayapura 10 MW. 

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan uji coba seharusnya hanya berlangsung tiga bulan dari rencana mulai pada awal tahun 2019.

Namun, hingga saat ini uji coba penggunaan crude palm oil murni (CPO) untuk pembangkitan listrik tenaga diesel (PLTD) tidak dapat kunjung dilakukan karena pembelian CPO dengan produsen yang belum menemui kesepakatan.

Adapun, produsen meminta PLN membeli CPO melakukan pembelian dengan skema beli kontrak dalam waktu panjang atau long term. Hanya saja, lantaran masih tahap uji coba, PLN tidak bisa menyanggupi permintaan produsen tersebut.

Menurutnya, apabila uji coba telah selesai dilakukan, baru PLN bisa memutuskan akan melakukan kontrak atau tidak dengan produsen. Lantaran hal tersebut, hingga saat ini uji coba CPO pada PLTD terganjal.

"Nggak tahu lah, makanya kita mau beli ajah tidak dikasi, dia minta kontrak. Loh ngga bisa kita baru mau uji coba. itu lah. duitnya udah ada," katanya, Kamis (23/5/2019).

Selain, persolaan uji coba yang kunjung tidak bisa direaliasi, PLN juga mengaku kesulitan dengan tarif beli CPO yang dipasang produsen. Berdasarkan informasi yang bisnis terima dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), PLN menghendaki harga jual CPO untuk pembangkit yakni sebesar 16 persen di bawah Mean of Platt Singapore (MoPS).

Sementara, produsen meminta harga jual adalah sebesar 2 persen di bawah MoPS.

PLN pun masih mempertimbangkan penggunaan crude palm oil pada pembangkitan karena alasan harga yang masih di atas kemampuan beli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pltd, Biodiesel

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top