Indonesia-Belanda Akhiri Kerja Sama ODA

Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  11:41 WIB
Indonesia-Belanda Akhiri Kerja Sama ODA
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) melakukan pertemuan dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, disela forum tingkat tinggi United Nations Conference on South-South Cooperation (BAPA40 Conference), di Buenos Aires, Argentina, Jumat (22/3/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Di sela acara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melaksanakan Bilateral Meeting dengan Belanda.

Pihak Belanda diwakili oleh Minister for Foreign Trade and Development Cooperation of the Kingdom of the Netherlands H. E. Ms. Sigrid Kaag. 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas selesainya komitmen Belanda dalam mengimplementasikan skema kerjasama pembangunan bilateral Official Development Assistance (ODA) dengan Indonesia mulai 2020.

Bambang menuturkan, kerjasama ODA dihentikan karena ekonomi Indonesia dinilai sudah tumbuh signifikan dalam satu dekade terakhir. Selain itu, Belanda juga ingin fokus memberikan bantuan pembangunan kepada negara-negara di sekitar Eropa.

“Dengan tidak dilanjutkannya skema kerjasama pembangunan mulai 2020, kami memahami pentingnya peningkatan koordinasi dan komunikasi antara Indonesia dan Belanda, khususnya Kementerian PPN/Bappenas dan Kedutaan Besar Belanda," ujar Bambang dalam siaran pers, Rabu malam (22/05/2019).

Oleh sebab itu, Bappenas memandang koordinasi yang kuat untuk dapat mendukung dan mempercepat implementasi beberapa MoU teknis serta memperluas kerangka kerjasama pembangunan sektoral setelah 2020 diperlukan.

"Kami juga berharap Belanda dapat memberikan dukungan hibah di sektor pendidikan dengan memberikan beasiswa,” tambah Bambang.

Meski skema ODA segera usai, Bambang sangat mengapresiasi kebijakan Belanda untuk tetap memelihara kerjasama dengan Indonesia sebagai bagian program kerjasama pembangunan regional dan global setelah 2020.

Kerjasama pembangunan untuk Indonesia tetap dilanjutkan melalui skema lainnya, baik melalui skema proyek sebagai bagian dari alokasi/program regional dan global maupun kerjasama teknis dan sektoral melalui MoU, seperti pengelolaan sumber daya air, perundang-undangan, pendidikan, maupun pelatihan vokasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bappenas, indonesia, belanda, ekonomi indonesia

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top