Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Makanan dan Minuman Optimistis Tumbuh Maksimal

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimis mampu bertumbuh maksimal tahun ini asal kondisi perekonomian kondusif.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  14:10 WIB
Pembeli sedang berbelanja produk pangan di pusat perbelanjaan. - BISNIS.COM
Pembeli sedang berbelanja produk pangan di pusat perbelanjaan. - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimis mampu bertumbuh maksimal tahun ini asal kondisi perekonomian kondusif.

“Makanan dan minuman masih optimis pasti tetap tumbuh untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun kalau ekonomi terganggu, pertumbuhan kurang optimal,” kata Ketua Gapmmi Adhi Lukman lewat pesan singkat di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Menanggapi situasi politik saat ini, Adhi menyarankan agar semua pihak mengggunakan jalur konstitusi untuk menyelesaikan persoalan. “Kami apresiasi Presiden Joko Widodo yang mengajak semua bersatu demi Indonesia. Lebih baik memikirkan ke depan agar ekonomi tidak terganggu,” ungkap Adhi.

Adhi berharap, suasana dapat semakin kondusif agar pelaku usaha dan konsumen percaya terhadap situasi politik dan ekonomi nasional.

Diketahui, Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9% pada 2019 karena mendapatkan tambahan investasi.

“Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun. Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11% dari 2018.

Kemudian industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri makanan dan minuman

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top