Efek Ekonomi Mudik Bergeser Gara-Gara Tiket Pesawat

Tradisi mudik Lebaran tahun ini hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dalam skala terbatas, menyusul tingginya harga tiket pesawat.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  12:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Tradisi mudik Lebaran tahun ini hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dalam skala terbatas, menyusul tingginya harga tiket pesawat.

Ekonomi mudik lebaran menjadi sorotan headline koran cetak Bisnis Indonesia edisi Senin (20/5/2019). Berikut laporannya.

Menurut sejumlah pihak, efek positif mudik lebih dirasakan di Pulau Jawa dan Sumatra, seiring dengan beroperasinya jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatra yang memudahkan mobilitas masyarakat kembali ke kampung halaman.

Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Asset Management, menuturkan bahwa seperti pada tahun-tahun sebelumnya, aktivitas mudik bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Biasanya pertumbuhan ekonomi tertinggi di daerah terjadi saat mudik. Diharapkan PDB nasional pada kuartal II/2019 membaik menjadi 5,2% dari kuartal sebelumnya 5,07%,” imbuhnya, Minggu (19/5).

Aktivitas mudik diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di luar Pulau Jawa yang pada kuartal I/2019 tertekan oleh lesunya harga komoditas. Namun, ujar Lana, ada kemungkinan potensi ini terhambat akibat harga tiket pesawat yang mahal.

Dia memperkirakan jumlah pemudik pada tahun ini di bawah 20 juta orang atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data Sistem Informasi Angkutan & Sarana Transportasi, jumlah pemudik hingga H+9 Idulfitri 2018 mencapai 20,86 juta orang.

Jumlah tersebut terdiri dari angkutan udara sebanyak 5,39 juta orang, kereta api 5,13 juta orang, angkutan jalan 4,48 juta orang, angkutan penyeberangan 4,4 juta orang, dan angkutan laut 1,44 juta orang.

Hal senada disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira. Menurutnya, akibat harga tiket pesawat yang mahal, pertumbuhan ekonomi di daerah selama arus mudik Lebaran 2019 tidak akan seoptimal tahun-tahun sebelumnya.

Ekonom Universitas Katolik Soegijapranata Andreas Lako menambahkan, perputaran uang saat periode Lebaran 2019 bisa tumbuh di atas 10%. Namun, persentase ini tidak setinggi 2 tahun sebelumnya, ketika permintaan uang bisa meningkat sekitar 15%.

Perlambatan pertumbuhan permintaan uang bukan mengindikasikan konsumsi melesu, melainkan terjadi efisiensi beban mudik akibat kehadiran infrastruktur yang mumpuni, seperti Tol Trans Jawa.

Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang kuartal pada periode Ramadan dan Idulfitri pada 2019 mencapai Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5% secara tahunan. Pada 2018, kebutuhan uang tunai mencapai Rp191,3 triliun, melampaui estimasi Rp188,2 triliun.

KONDISI BERBEDA

Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Organisasi Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, mengatakan bahwa libur Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, maskapai tidak memberikan dukungan penerbangan ekstra dan harga tiket yang murah. Menurutnya, hal itu akan memicu penurunan okupansi hotel di luar Pulau Jawa sekitar 10%.

Sementara itu, di Pulau Jawa akan terjadi lonjakan okupansi hotel sebesar 20% hingga 30% di kampung halaman yang dilewati jalan tol Trans Jawa. “Saat ini, mudiknya pakai transportasi darat, bus, kereta, mobil pribadi sehingga yang ramai hotel di Pulau Jawa.”

  1. Rusmiati, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies, mengatakan pada libur Lebaran tahun ini, keramaian banyak terjadi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra karena tersambungnya ruas tol Trans Jawa dan beberapa ruas tol Trans Sumatra.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pemudik akan lebih banyak menggunakan transportasi darat pada tahun ini. “Jadi, 20% orang yang biasa naik pesawat akan pindah ke darat.”

Sementara itu, untuk mendukung kelancaran arus mudik pada Lebaran tahun ini, pemerintah memastikan kondisi jalan nasional siap digunakan pemudik mulai akhir pekan depan.

“Kami optimistis pada 24 Mei ini kondisi jalan nasional sudah baik untuk melayani mudik dan balik,” ujar Sugiyartanto, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

Di sisi lain, Pertamina menyediakan 112 titik layanan bahan bakar minyak di sepanjang jalur tol dari Merak hingga Pasuruan. Kalangan perbankan dan operator telekomunikasi juga akan meningkatkan kualitas layanan selama periode mudik Lebaran 2019. (Hafiyyan/Fitri Sartina Dewi/Yanita Petriella/Rivki Maulana/Leo Dwi Jatmiko/ David E. Issetiabudi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiket pesawat, Mudik Lebaran

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top