Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Tol Di Mata Investor Masih Atraktif

Berdasarkan data BPJT, ada lima ruas prakarsa sepanjang 260,39 kilometer yang sudah mengikat perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan investasi Rp62,98 triliun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  11:46 WIB
Pekerja mengecek terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Pekerja mengecek terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Minat investor untuk membenamkam modal pada proyek jalan tol dinilai masih tinggi. Jalan tol menjadi portofolio yang atraktif kendati masa pengembalian modalnya relatif panjang.

Animo investor dalam ekspansi di jalan tol tercermin dari jumlah ruas prakarsa badan usaha yang makin meningkat. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit mengatakan panjang jalan tol dari usulan badan usaha telah mencapai 869 kilometer. Jumlah ini terdiri dari ruas prakarsa yang sudah beroperasi, konstruksi, dan sudah mendapatkan izin prakarsa maupun izin prinsip.

"Investasi [jalan tol] masih sangat menarik, terutama di Jawa. Prakarsa ini pure business, tidak ada dukungan pemerintah," ujarnya kepada Bisnis.com, pekan ini.

Berdasarkan data BPJT, ada lima ruas prakarsa sepanjang 260,39 kilometer yang sudah mengikat perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan investasi Rp62,98 triliun. Dari lima ruas, satu ruas telah beroperasi, tiga ruas sudah memulai konstruksi, dan satu ruas masih dalam tahap pengadaan lahan.

Selain itu, enam ruas prakarsa yang sudah mendapat persetujuan prakarsa dari Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) dengan panjang jalan tol 392 kilometer. Keenam ruas ini ditaksir menyedot investasi Rp138 miliar.

BPJT juga telah mengevaluasi enam ruas prakarsa dan memberikan  persetujuan prinsip untuk melakukan studi kelayakan. Keenam itu memiliki panjang 217 kilometer dan ditaksir menelan biaya pembangunan Rp90,21 triliun.

Danang menyebut, enam ruas yang sudah mendapatkan izin prakarsa dijadwalkan memulai lelang investasi pada tahun ini. Ruas prakarsa yang paling siap dilelang, lanjut Danang adalah jalan tol Solo-Yogyakarta yang diusulkan konsorsium PT Adhi Karya Tbk.

Sebagaimana diketahui, pemrakarsa punya kans amat besar dalam pelelangan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemrakarsa memiliki keistimewaan, antara lain hak menyamakan penawaran atau right to match dan mendapat bobot penilaian lebih tinggi 10% dibandingkand dengan peserta lain.

Menurut Danang, BPJT juga memberikan perpanjangan waktu kepada pemrakarsa yang telah melewati tenggat pemenuhan syarat untuk mendapatkan izin prakarsa. "Kalau hanya kurang 1-2, kami perpanjang. Kami berusaha untuk investor friendly," terangnya.

Danang mengungkapkan, minat untuk membangun jalan tol di luar rencana pembangunan jalan tol pemerintah juga muncul dr pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas. misalnya menjajaki pembangunan jalan tol di kabupaten tersebut pada lintas Ajibarang - Purwokerto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek jalan tol tol prakarsa
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top