PascaTawuran, Jembatan Siak IV Sudah Dibuka Kembali

Kepolisian Resort Kota Pekanbaru kembali membuka Jembatan Marhum Buki atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Siak IV, Jumat (17/5) pagi, setelah sebelumnya ditutup sementara akibat insiden tawuran dua kelompok pemuda di Kecamatan Rumbai Pesisir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  12:03 WIB
PascaTawuran, Jembatan Siak IV Sudah Dibuka Kembali
Jembatan Siak IV di Pekanbaru, Riau. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, PEKANBARU--Kepolisian Resort Kota Pekanbaru kembali membuka Jembatan Marhum Buki atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Siak IV, Jumat (17/5) pagi, setelah sebelumnya ditutup sementara akibat insiden tawuran dua kelompok pemuda di Kecamatan Rumbai Pesisir.

Berdasarkan pantuan, barikade polisi yang sebelumnya menutup akses jembatan di Jl. Sudirman Ujung menuju Rumbai Pesisir sudah tidak ada lagi. Kendaraan masyarakat sudah terlihat melintasi jembatan tersebut. Arus lalu lintas juga terpantau lancar.

Sebelumnya, tawuran antarwarga pecah pada Kamis malam (16/5) yang melibatkan dua kelompok pemuda dari daerah Rumbai Pesisir dan Bom Lama. Kepolisian Daerah Riau menyatakan empat warga terluka dalam insiden bentrokan berdarah yang terjadi di sekitar Jembatan Siak IV itu.

Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda. Dua korban pertama yakni Rudi Antonio alias Obink dan Aditeo alias Teo. Kedua korban yang masih berusia 20 tahunan itu dirawat di RS Ibnu Sina. Sementara itu, dua korban lainnya dirawat di RSUD Arifin Achmad, yakni Firmansyah (44) dan Revi (33).

Sekitar 100 personel Polri dan TNI tidak lama setelah kejadian langsung mencoba mensterilkan lokasi, serta terlihat juga pasukan Brimob Polda Riau menggunakan sepeda motor dan senjata laras panjang. Pasukan dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto dan Dandim 0301 Pekanbaru Letkol Inf Andri Sulistiawan.

Hasil penyisiran petugas pada malam hari menemukan belasan bom molotov serta senjata tajam di lokasi sekitar Jembatan Siak IV.

Korban Obink menderita luka paling parah karena terkena senjata tajam di tangan kanannya. Ia harus dioperasi di RS Ibnu Sina, sedangkan korban Teo sudah bisa pulang.

Menurut Suwardi, warga Bom Lama, kedua korban tersebut selama ini aktif di Masjid Istiqomah di Jl. Sembilang tempat keduanya diserang oleh sekelompok pemuda dari Rumbai Pesisir.

“Mereka ini selama ini bikin hal-hal kreatif, bikin lampu colok di masjid. Mereka ini memang selama ini aktif di remaja masjid,” kata Suwardi kepada Antara di RS Ibnu Sina.

Dia menyayangkan keributan itu terjadi, apalagi sebenarnya penyebabnya bisa dinilai sepele. Dari keterangan korban, lanjutnya, kejadian bermula pada Kamis sore saat pemuda setempat sedang menyalakan lampu colok untuk menghias Masjid Istiqomah. Saat itu beberapa pemuda dari Rumbai Pesisir lewat dengan sepeda motor sambil ngebut dan hampir menabrak mereka.

“Terjadi ribut kecil, adu mulut tapi kemudian selesai. Ternyata gak selang lama setelah berbuka (puasa) ramai yang datang dari arah Jembatan Siak IV. Menurut korban, mereka ada yang datang bawa balok, samurai terus menyerang dan akhirnya jadi ribut,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan, tawuran

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top