Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia ke China Terus Meningkat

Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun membuka secara resmi dua toko retailer produk olahan sarang burung walet Indonesia, Yan Ty Ty di Kota Zhengzhou.
Fitri Sartina Dewi | 15 Mei 2019 16:35 WIB
Ilustrasi - Sarang burung walet dari Indonesia diperdagangkan di Central China Import dan Export Comodities Center, di Kota Changsha, Provinsi Hunan./Bisnis Indonesia - Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun membuka secara resmi dua toko retailer produk olahan sarang burung walet Indonesia, Yan Ty Ty di Kota Zhengzhou.

Djauhar menuturkan, Indonesia patut berbangga karena bahan dasar sarang burung walet pada kedua toko China tersebut diimpor dari perusahaan supplier Indonesia, PT Anugerah Citra Walet Indonesia yang menjual sarang burung walet berkualitas dan mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh otoritas China.


“Pembelian pertama sarang burung walet pada kedua franchise Yan Ty Ty tersebut masing-masing sebesar 60.000 yuan renminbi dan 41.000 yuan renminbi,” ujar Djauhari dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (15/5/2019).


Untuk memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah China, Protocol of Inspection, Quarantine, and Hygiene Requirementspada impor produk sarang burung walet dari Indonesia ke China telah ditandatangani pada 2012. 


Pada November 2014, enam eksportir sarang burung walet mendapatkan sertifikasi sehingga ekspor sarang burung walet meningkat menjadi US$22.3 juta pada 2015 dan naik menjadi US$102.9 juta pada 2017. 


Sampai dengan Juli 2018, terdapat 21 industri pengolahan sarang burung walet dari Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi dari CNCA (Badan Sertifikasi dan Adminitrasi Akreditasi China).


Djauhari mengatakan meningkatnya ekspor sarang burung wallet, merupakan hasil kerja keras bersama dari para eksportir dan para pemangku kepentingan di Pusat, dengan dukungan dari seluruh Kantor Perwakilan RI di RRT.


Pada 2018, volume impor produk sarang burung walet Indonesia oleh China mencapai 70,6 ton, atau menguasai 67,1% total impor sarang burung walet dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.


“Tren konsumsi sarang burung walet di Negeri Tirai Bambu telah menunjukkan kenaikan sejak 2014 sampai dengan 2018 dengan ekspektasi mencapai 1.000 ton pada 2019,” ujarnya.


Indonesia merupakan sumber sarang burung walet terbesar di dunia, sementara China merupakan konsumen terbesar sarang burung walet secara global.


“Pemerintah Indonesia yakin produk sarang burung walet Indonesia akan terus menjadi salah satu produk ekspor unggulan Indonesia di China,” ungkapnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, ekspor sarang walet

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup