KABAR PASAR 14 MEI: Tarif Turun Insentif Disiapkan, Volatilitas Pasar Meningkat

Berita terkait polemik harga tiket pesawat dan eskalasi perang dagang Amerika Serikat-China menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (14/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  08:47 WIB
KABAR PASAR 14 MEI: Tarif Turun Insentif Disiapkan, Volatilitas Pasar Meningkat
Pekerja membersihkan gudang beras Bulog Divre Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2016). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait polemik harga tiket pesawat dan eskalasi perang dagang Amerika Serikat-China menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (14/5/2019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Tarif Turun, Insentif Disiapkan. Seiring dengan keputusan untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat di kisaran 12%—16%, pemerintah juga meminta kepada para pemangku kepentingan di bidang penerbangan untuk memberikan insentif kepada maskapai. (Bisnis Indonesia)

Volatilitas Pasar Meningkat. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China makin panas menyusul aksi balasan yang dilancarkan Negeri Panda. Kondisi ini diyakini akan meningkatkan volatilitas pasar. (Bisnis Indonesia)

Inikah Akhir Tragedi Beras Bulog? Peribahasa ‘bagai makan buah simalakama’ tampaknya dapat menggambarkan kebuntuan yang dihadapi pemerintah dan Perum Bulog (Persero) dalam mencari jalan keluar sengkarut manajemen cadangan beras pemerintah pascapenerapan program bantuan pangan nontunai. (Bisnis Indonesia)

Pemungutan Pajak Makin Optimal. Selain memiliki data rekening keuangan sebanyak Rp1.300 triliun, selama 2018 Direktorat Jenderal Pajak juga telah menggenggam 274,4 juta data prioritas teridentifikasi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. (Bisnis Indonesia)

Market Cap BEI Turun Rp84 Triliun. Kapitalisasi pasar (market cap) bursa saham Indonesia terus melorot dalam beberapa hari terakhir. Kemarin, market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di posisi Rp6.980 triliun atau turun Rp84 triliun dibandingkan akhir pekan lalu yang sebesar Rp7.064 triliun. (Investor Daily)

Perang Dagang AS-China Memukul Rupiah. Pelan tapi pasti, kekuatan rupiah terus merosot. Di antara mata uang Asia lainnya, pelemahan rupiah menjadi yang terburuk keempat. Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, koreksi rupiah merupakan reaksi pasar terhadap kembali memanasnya perang dagang antara AS dan China. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiket pesawat, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top