11 Proyek Hulu Migas Beroperasi Tahun Ini

Pemerintah berharap agar 11 proyek hulu minyak dan gas bumi bisa beroperasi tepat waktu pada tahun ini untuk membantu pencapaian target produksi migas siap jual atau lifting nasional pada 2019.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  09:47 WIB
11 Proyek Hulu Migas Beroperasi Tahun Ini
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berharap agar 11 proyek hulu minyak dan gas bumi bisa beroperasi tepat waktu pada tahun ini untuk membantu pencapaian target produksi migas siap jual atau lifting nasional pada 2019.

Satu proyek migas ditargetkan beroperasi pada kuartal II/209, dua proyek beroperasi pada kuartal III/2019, dan delapan proyek beroperasi pada kuartal IV/2019.

Jika seluruh proyek tersebut beroperasi, produksi migas akan bertambah sebesar 2 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd).

“Sebelas proyek ini berpotensi menambah produksi minyak sebesar 13.587 bopd [barrel oil per day/barel minyak per hari] dan gas bumi sebanyak 1.172 juta kaki kubik per hari [MMscfd],” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, akhir pekan lalu.

Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh PT Kangean Energy dengan estimasi produksi gas bumi 120 MMscfd telah berproduksi Maret 2019. Proyek yang akan beroperasi pada Mei adalah Seng Segat milik EMP Bentu Ltd. dengan estimasi produksi gas sebanyak 60 MMScfd.

Saat ini, lingkup kerja utama proyek ini adalah pembangunan fasilitas produksi gas, kompresor gas, dan fasilitas migas lainnya dengan kesiapan 97,08%.

Selain itu, proyek yang beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini adalah Ario—Damar—Sriwijaya Phase-2 milik PT Tropik Enegi Pandan dengan estimasi produksi 20 MMscfd.

Proyek ini sedang tahap pembangunan fasilitas produksi gas, block station, trunkline, dan meteran dengan kesiapan 80,59%.

Proyek Suban Compression milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd. dengan estimasi produksi 100 MMscfd masih dalam tahap instalasi 50.000 HP GTC, pemasangan suction scrubber, dan fasilitas lain dengan kesiapan proyek ini mencapai 96,57%.

Selanjutnya, YY milik PHE ONWJ dengan estimasi produksi gas bumi sebanyak 25,5 MMscfd dan minyak 4.605 bph yang berproduksi pada kuartal IV/2019 telah menyelesaikan pemasangan anjungan YYA di perairan Pantai Utara Jawa Barat. Dengan lingkup pekerjaan membangun platform tiga kaki dan pengeboran dua sumur, kesiapan proyek ini telah mencapai 79,12%.

Direktur Pengembangan PT Pertamina Hulu Energi Afif Saifudin mengatakan bahwa proyek YY ini adalah salah satu proyek yang secara ketat dipantau oleh SKK Migas karena akan beroperasi pada tahun ini dan memberikan kontribusi dalam mencapai target produksi. “Sehingga, apabila dimungkinan kami akan mendorong agar proyek ini dapat selesai lebih cepat.”

Proyek Bukit Tua Phase-3 milik Petronas Carigali Ketapang II Ltd. dengan estimasi produksi minyak 3.182 bph dan gas bumi 31 MMscfd.

Selain itu, Buntal-5 milik Medco E&P Natuna Ltd. dengan estimasi produksi gas bumi 45 MMscfd baru mencapai kesiapan 38,04%. Proyek Bison—Iguana—Gajah Puteri milik Premier Oil Natuna Sea B.V. dengan potensi produksi gas 80 MMscfd dengan kesiapan 37,75%. Proyek Temelat milik PT Medco E&P Indonesia sebesar 10 MMScfd mencapai kesiapan 58,3%.

Proyek Panen milik PetroChina International Jabung Ltd. sebesar 2.000 bopd. Terakhir, proyek Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu Ltd. dengan produksi minyak 3.800 bopd dengan kesiapan mencapai 26,26%.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan bahwa pembebasan lahan di sekitar Lapangan Kedung Keris sudah selesai. “Untuk Kedung Keris tidak ada kendala lahan dan kami sudah mendapatkan IMB dari Pemkab Bojonegoro,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, hulu migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top