Akses Utama Trans Seram Sempat Dibuka Warga

Pembukaan sebagian jalan yang diblokir ini memang dilakukan secara bertahap sejak Selasa (7/5) malam hingga Rabu(8/5) pagi. Namun, siangnya warga kembali melakukan pemblokiran sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  11:14 WIB
Akses Utama Trans Seram Sempat Dibuka Warga
ilustrasi

Bisnis.com, AMBON--Akses jalan utama trans Seram khususnya yang melintasi desa Latu dan Hualoy, kecamatan Amalatu, kabupaten Seram Bagian Barat(SBB), Maluku yang diblokir warga pascainsiden penganiayaan dan pemarangan yang menewaskan seorang warga, sempat dibuka sebagian.

"Sejak Selasa, (7/5) malam hingga Rabu (8/5) pagi, memang sempat dibuka sebagian akses jalan yang diblokir sehingga kendaraan dari arah Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah dan kabupaten Seram Bagian Timur(SBT)  menuju SBB atau sebaliknya bisa melintas," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Rabu (8/5/2019).

Pembukaan sebagian jalan yang diblokir ini memang dilakukan secara bertahap sejak Selasa (7/5) malam hingga Rabu(8/5) pagi. Namun, siangnya warga kembali melakukan pemblokiran sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dipimpin Kapolres SBB, juga masih berada di tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan terhadap warga kedua desa bertetangga itu tersebut.

Pasukan keamanan yang dikerahkan untuk memblokade jalan agar warga dua desa bertetangga ini sekitar 180 lebih personil, terdiri dari anggota Polres dan Brimob Kabupaten SBB maupun yang didatangkan dari Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

"Kemudian ada juga rekan-rekan anggota TNI AD bawah kendali operasi dari Batalyon 711/Rks yang mendukung pengamanan di wilayah tersebut," tandasnya.

Menurut Kabid Humas, walau pun akses jalan trans Seram di dua desa itu telah dibuka namun masih ada tiga titik yang masih diblokir setengah badan jalannya oleh warga.

Makanya sudah ada kendaraan yang bisa melintasi daerah tersebut menuju pelabuhan penyeberangan kapal feri di Waipirit, Kabupaten SBB dan masuk Kota Ambon atau pun sebaliknya dari Waipirit menuju berbagai daerah di kabupaten Maluku Tengah dan kabupaten SBT, walau pun sepanjang siang hari ini sudah ditutup kembali.

"Untuk para terduga pelaku penganiayaan dan pemarangan yang menewaskan Samsul Lusy memang sudah terindentifikasi, namun pelakunya belum tertangkap karena masih dicari polisi," tandas Kabid Humas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemblokiran, blokir jalan

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top