Menaker Hanif Dhakiri Ucapkan Terima Kasih ke Buruh

Hanif juga mengapresiasi kepada buruh di Bandung yang tidak terpengaruh provokasi dari kelompok tertentu, yang menyusup di tengah massa aksi untuk berbuat rusuh.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  17:14 WIB
Menaker Hanif Dhakiri Ucapkan Terima Kasih ke Buruh
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kanan) menyerahkan secara simbolis seribu sertifikat kelulusan kepada perwakilan siswa Balai Latihan Kerja (BLK) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada buruh Indonesia yang telah merayakan May Day 2019 dengan aman.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan buruh menyampaikan ekspresi dan aspirasi dengan tertib. "Lancar dan tertibnya perayaan May Day menjadi indikasi bahwa pekerja dan serikat pekerja di Indonesia makin dewasa dan matang dalam berdemokrasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/5/2019). 

Hanif juga mengapresiasi kepada buruh di Bandung yang tidak terpengaruh provokasi dari kelompok tertentu, yang menyusup di tengah massa aksi untuk berbuat rusuh.

“Sekali lagi, saya mengapresiasi sikap buruh dan serikat buruh yang dengan tegas menolak provokasi dari kelompok tertentu yang akan mengganggu ketertiban dengan menunggangi isu buruh," katanya

Aksi May Day di Bandung disusupi oleh kelompok massa berpakaian hitam-hitam. Mereka berusaha membuat buruk citra gerakan buruh dengan membenturkan buruh dengan aparat kepolisian. Mereka juga melakukan aksi vandalisme dan merusak fasilitas umum.

“Terimakasih atas kesigapan dan ketegasan polisi dalam menindak massa nonburuh yang telah memprovokasi buruh, sehingga May Day berlangsung aman. Usut tuntas hingga aktor intelektualnya,” ucap Hanif. 

Pihaknya mengajak kepada pekerja, serikat pekerja, pengusaha dan semua pihak untuk bersinergi, bekerja sama, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan pasar kerja di masa mendatang. Perubahan iklim ketenagakerjaan global yang kian dinamis, harus direspons secara cepat. Dengan demikian, daya saing dan produktifitas pekerja Indonesia bisa diandalkan.

Di antara isu ketenagakerjaan yang harus segera direspons adalah masalah perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, pembangunan SDM pekerja, perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, peningkatan kewirausahaan, serta penguatan dialog sosial dalam hubungan industrial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buruh

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top