Pasokan Air Bersih di Batam Terganggu

Ketersediaan air baku di sejumlah waduk di Kota Batam semakin berkurang, bahkan Dam Sei Harapan mendekati titik kritis.
Newswire | 30 April 2019 14:25 WIB
Pemandangan di satu sudut Kota Batam. - Dok. Kementerian Pariwisata

Bisnis.com, BATAM--Pasokan air dari perusahaan pengelola air bersih, PT Adhya Tirta Batam di pulau utama Kota Batam, Kepulauan Riau, terganggu akibat gangguan listrik.

"Proses produksi suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang sempat terhenti Selasa (30/4) siang dari pukul 10.45 hingga pukul 11.ñ45 WIB," kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus di Batam, Selasa (30/4/2019).

Dia mengatakan, akibat gangguan aliran listrik Bright PLN Batam, maka proses produksi di IPA Duriangkang juga terhenti. Gangguan, khususnya terjadi di wilayah yang selama ini mendapatkan pasokan air dari IPA Duriangkang, di antaranya Batam Centre, Bengkong, Baloi hingga Tanjung Uncang.

Namun, dia memastikan, saat ini proses produksi di IPA Duriangkang dalam tahap pemulihan. Petugas ATB kini tengah melakukan normalisasi pompa yang digunakan untuk memompa air ke pelanggan.

“Pelanggan yang mendapat suplai dari IPA akan terganggu sementara, selama proses pemulihan berjalan. Mohon maaf dengan ketidaknyaman," kata dia.

Sementara itu, ketersediaan air baku di sejumlah waduk di Kota Batam semakin berkurang, bahkan perusahaan pengelola air bersih PT Adhya Tirta Batam mencatat Dam Sei Harapan mendekati titik kritis.

Maria mengatakan ketersediaan air di Dam Sei Harapan menyusut hingga mencapai ambang batas minus 2,5 meter dari permukaan spillway.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ATB membuat kebijakan membatasi distribusi air bersih ke pelanggan, dengan menggilir pengaliran pada hari-hari tertentu.

"Rationing merupakan program penggiliran suplai air kepada pelanggan dengan beberapa cara, salah satunya menurunkan kapasitas produksi agar ketersediaan air baku dapat bertahan lebih lama," kata dia.

Saat rationing, produksi WTP Harapan akan berhenti beroperasi. Jadwal sudah dimulai Sabtu 20 April 2019 pukul 00.00 - 24.00 WIB dan Rabu 00.00 -24.00 WIB .

"Rationing sudah dimulai Sabtu dengan menerapkan pola rationingya adalah 1-3-1-2 dengan artian 1 hari Instalasi Pengolahan Air tidak berproduksi 3 hari mengalir, 1 hari off 2 hari mengalir. Jadi setiap minggunya berjalan setiap Sabtu dan Rabu," kata dia.

Program rationing yang diberlakukan di Dam Sei Harapan berdampak pada 18 ribu lebih pelanggan, mulai dari kawasan sebagian Tiban, Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam, dan sekitarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, air bersih

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup