Cuaca Pelayaran: Pusaran Angin Teridentifikasi di Perairan Sulawesi dan Kalimantan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 April 2019  |  01:21 WIB
Cuaca Pelayaran: Pusaran Angin Teridentifikasi di Perairan Sulawesi dan Kalimantan
Warga mengamati kapal tongkang batu bara yang kandas dan patah menjadi dua akibat diterjang gelombang besar di perairan pantai Ujung Kareng, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengungkapkan masih adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase basah turut berperan dalam meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Selain itu, pusaran angin juga teridentifikasi di sekitar Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kalimantan Barat dan Laut Cina Selatan Utara Kalimantan yang dapat menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (28/4/2019).

Kondisi tersebut lanjutnya, diperkirakan dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat dalam periode akhir April hingga awal Mei 2019. Potensi hujan lebat ini untuk periode 28 April -2 Mei 2019 dapat terjadi di wilayah-wilayah ini, yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Potensi gelombang laut tinggi 2,5-4 meter selama periode 25 April-2 Mei 2019, diperkirakan terjadi di Perairan barat Sabang-Banda Aceh, Perairan barat Aceh, Perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Enggano, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Bali selatan NTT, Samudra Pasifik utara Papua," tuturnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelayaran, info cuaca

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup