Industri Plastik Gencar Adopsi Teknologi Baru

Pelaku industri plastik terus mengadposi teknologi baru guna memasuki era industri 4.0.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 29 April 2019  |  09:17 WIB
Industri Plastik Gencar Adopsi Teknologi Baru
ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri plastik terus mengadposi teknologi baru guna memasuki era industri 4.0.

Fajar Budiyono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), mengatakan industri plastik hulu hingga kini tidak ada kendala untuk menuju industri 4.0 karena telah menggunakan mesin berteknologi tinggi dan otomatisasi sejak lama, sehingga tenaga kerja juga telah terbiasa.

“Untuk industri hilir, concern-nya mesin baru sudah mulai banyak, ini SDM harus ditingkatkan disiplin dan skill-nya,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (28/4/2019).

Menurutnya, industri 4.0 yang mengarah ke internet of things (IoT), berpengaruh ke proses distribusi dan penjualan. Dia berharap pemerintah terus mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan.

“Kami juga berharap regulasi jangan cepat berubah,” kata Fajar.

Rachmat Hidayat, Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), mengatakan mayoritas tenaga kerja di sektor ini bukan berasal dari pendidikan tinggi dan teknologi yang digunakan juga relatif mudah dioperasikan.

“Namun, kami mau enggak mau menuju ke sana, SDM harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Dia menyatakan industri makanan dan minuman telah melatih tenaga kerja siap kerja sebelum pemerintah gencar mendorong program vokasi dan link and match dengan sekolah menengah kejuruan (SMK), yaitu melalui program permagangan.

Sementara itu, guna menciptakan SDM berkompeten yang siap menghadapi era industri 4.0, Kementerian Perindustrian siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,78 triliun untuk program pendidikan vokasi industri pada tahun ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Kemenperin fokus meningkatkan kualitas unit pendidikan vokasi. Hingga kini, Kemenperin telah memiliki 9 SMK, 10 politeknik, dan dua akademi komunitas.

Menurutnya, Indonesia juga perlu merombak kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada bidang sains, teknologi, permesinan, seni, dan matematika untuk memasuki industri 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri plastik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top