Sepekan Jelang Ramadan, YLKI Minta Pemerintah Jaga Pasok Pangan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta pemerintah menjaga keamanan pasokan bahan pangan menjelang Ramadan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 27 April 2019  |  01:45 WIB
Sepekan Jelang Ramadan, YLKI Minta Pemerintah Jaga Pasok Pangan
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta pemerintah menjaga keamanan pasokan bahan pangan menjelang Ramadan.

Menurut Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, lazimnya selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, akan terjadi lonjakan permintaan sekitar 20 hingga 30 persen, baik bahan pangan segar dan atau olahan.

"Oleh sebab itu YLKI meminta pemerintah menjaga keamanan pasokan bahan pangan menjelang Ramadan yang segera tiba sepekan ke depan," ujar Tulus dalam keterangan resmi, Jumat (26/4/2019).

Secara terperinci, lanjut Tulus, pemerintah dalam hal ini Kemendag, Kementan dan Bulog harus mampu meyakinkan pasar atau publik bahwa pasokan bahan pangan cukup sampai Hari Lebaran. Termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan. 

Kedua, pemerintah harus mampu menjaga dan melancarkan arus distribusi barang, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar akibat gangguan distribusi. 

Ketiga, Kemendag harus mampu mengendalikan pelaku pasar besar,  agar tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen dengan kenaikan harga ugal-ugalan.

"Kontrol pasar secara ketat termasuk menjaga kelancaran arus distribusi barang berlontribusi signifikan terhadap harga," ujar Tulus.

Keempat, jika pemerintah akan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga, sasarannya harus jelas dan terukur. 

"Ukurannya bukan seberapa banyak komoditas yang dilepas ke pasar, tetapi seberapa banyak masyarakat rentan yang akan terdampak operasi pasar tersebut. Operasi pasar jangan hanya menjadi proyek saja," ujar Tulus.

Kelima, YLKI juga mendorong Badan POM dan Dinkes meningkatkan pengawasan paska pasar, guna memberikan jaminan bahwa komoditas yang beredar aman, tidak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya, dan bukan barang yang sudah atau mendekati kadaluwarsa. 

"Harus diwaspadai adanya perilaku nakal pelaku usaha, yang melepas barang rusak/kadaluwarsa ke pasaran, karena memanfaatkan momen melonjaknya permintaan terhadap komoditas pangan," ujarnya.

Keenam, YLKI juga menghimbau masyarakat konsumen agar menjaga  konsumsi secara wajar, jangan melebihi kebutuhan harian dengan terlalu tinggi. 

Sebab, lanjut dia, perilaku konsumsi yang demikian akan mengakibatkan distorsi pasar, seperti kelangkaan, dan kemudian memicu kenaikan harga secara tidak wajar. 

Terakhir, YLKI juga mendorong masyarakat melakukan pengawasan di lapangan untuk memonitor pelaku usaha yang nakal dan melakukan pelanggaran.

"Pelanggaran tersebut harus segera dilaporkan ke kanal-kanal pengaduan yang tersedia, seperti Kemendag, Dinas Perdagangan, Balai POM, dll," ujar Tulus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan, stok pangan, idulfitri

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top